- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bantuan Ayam Potong di Desa Mepanga Diduga Bermasalah, Dana Disebut Ditarik "Orang Pusat" – Hanya 50 Persen Program Terealisasi

Minggu, 05 April 2026 | 4/05/2026 09:40:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-05T14:44:02Z
Dugaaan penyimpangan bantuan ayam potong di Desa Mepanga, Parigi Moutong, dana ditarik "orang pusat" tapi belum jelas siapa dan dari instansi mana.

PARIGI MOUTONG, Liputan12.com – Program bantuan ayam potong yang ditujukan untuk masyarakat Desa Mepanga, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat setelah ditemukan bahwa sebagian dana bantuan telah ditarik oleh pihak yang disebut sebagai “orang pusat”. Kondisi ini membuat warga merasa kecewa dan mempertanyakan kejelasan penggunaan anggaran serta pihak yang bertanggung jawab.l

Sejumlah warga Desa Mepanga menyampaikan bahwa program bantuan yang seharusnya memberikan manfaat ekonomi dan kesehatan bagi keluarga justru menimbulkan kekhawatiran karena hanya sebagian kecil yang terealisasi. Hanya sekitar 50 persen dari total program yang direncanakan berhasil dilaksanakan, yaitu pembangunan kandang sementara untuk ayam potong, sedangkan bagian utama seperti pemberian bibit ayam dan pasokan pakan masih belum terealisasi.

“Kita sebagai masyarakat merasa kecewa karena program yang seharusnya membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga justru tidak berjalan sesuai harapan. Kita tidak tahu siapa yang mengambil dana tersebut dan untuk apa digunakan,” ujar salah satu perwakilan warga saat ditemui di lokasi Desa Mepanga pada Sabtu (05/04/2026).

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kejelasan penggunaan anggaran serta pihak yang bertanggung jawab. Sejumlah warga bahkan menduga adanya kemungkinan penyalahgunaan dana dalam program tersebut. Namun, dugaan ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

“Kita sebagai masyarakat berharap pihak pemerintah desa dapat memberikan klarifikasi secara terbuka dan transparan terkait penggunaan dana bantuan tersebut. Juga diharapkan pihak yang bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan tindakannya dan memberikan jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kembali,” tegas salah satu warga.

Sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa mereka telah mendengar informasi bahwa dana bantuan telah ditarik oleh pihak yang disebut sebagai “orang pusat”, namun tidak ada penjelasan resmi mengenai siapa yang dimaksud atau dari instansi mana mereka berasal. Hal ini semakin membuat masyarakat merasa perlu mendapatkan penjelasan yang jelas dari pihak berwenang.

Pihak Liputan12 telah berencana untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Mepanga, Nasri, guna mendapatkan keterangan resmi terkait dugaan penyalahgunaan dana bantuan tersebut. Masyarakat berharap agar setiap program bantuan yang diberikan dapat berjalan dengan baik dan transparan, serta pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan jaminan keamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat.


Penulis : Redaksi 

 

 

 


×
Berita Terbaru Update