- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Waspada Modus Baru Penipuan Melalui M-Banking Sebelum Lebaran, Perkuat Proteksi Data dan Hindari Serangan Phishing serta Malware

Selasa, 03 Maret 2026 | 3/03/2026 01:27:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T18:27:28Z

Jakarta, Liputan12.com Menjelang hari raya Lebaran, masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap berbagai ancaman kejahatan siber yang semakin canggih dan masif, khususnya dalam dunia digital yang semakin meningkat penggunaannya pada masa libur panjang. Pelaku kejahatan cyber tidak ragu memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi penipuan, pencurian data pribadi dan rekening, maupun penyebaran malware yang berbahaya melalui berbagai modus baru yang lebih tersembunyi dan sulit dideteksi.

Menurut Panji Wasmana, Chief Technology Officer Microsoft Indonesia, kondisi lonjakan transaksi digital selama masa liburan sering diiringi penurunan tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman keamanan online. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan celah ini dengan mengembangkan berbagai teknik serangan terbaru, salah satunya adalah modus phising berbasis teknik Clickfix yang mulai banyak dilaporkan dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Modus serangan ini memungkinkan pelaku meniru tampilan halaman login bank yang sangat mirip dengan situs resmi, lengkap dengan CAPTCHA palsu yang dilengkapi dengan elemen pengaman tiruan. Setelah korban digiring untuk memasukkan data login mereka—seperti nomor rekening, PIN, maupun OTP—malware otomatis akan terunduh ke perangkat korban secara diam-diam. Malware ini kemudian bekerja secara diam-diam untuk mencuri data dan akses perbankan digital, sehingga kerugian finansial dan pencurian data pribadi dapat terjadi secara segera dan tanpa disadari.

Serangan Clickfix pertama kali muncul pada bulan Februari 2025 dan mulai menyebar di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pelaku kejahatan menggunakan berbagai strategi, seperti mengirim email berisi pesan mendesak, viral tautan yang menyerupai situs resmi bank, serta pesan yang seolah-olah dari layanan travel atau jasa keuangan ternama, yang meminta korban segera mengklik tautan tersebut untuk menghindari masalah tertentu. Jika tidak berhati-hati, pengguna bisa dengan mudah tertipu dan data pribadinya otomatis disalurkan kepada pelaku kejahatan.

Panji menegaskan bahwa mengenali ciri-ciri serangan siber dan pola-pola yang mencurigakan adalah langkah penting agar masyarakat dapat melindungi diri dari serangan phishing dan malware. Beberapa langkah pencegahan yang perlu diperhatikan di antaranya:

1. Pastikan Keaslian Sumber dan Informasi – Selalu verifikasi komunikasi dari agen perjalanan, hotel, atau layanan online resmi. Periksa detail kontak resmi di website resmi dan hindari membalas pesan dari sumber yang mencurigakan.

2. Hindari Penggunaan Wi-Fi Publik Saat Melakukan Transaksi Keuangan – Gunakan jaringan yang aman dan terpercaya, seperti Wi-Fi di rumah atau jaringan pribadi yang terenkripsi. Jangan melakukan login atau transaksi penting melalui jaringan Wi-Fi umum yang rawan terhadap serangan.

3. Periksa Semua Pesan dan Email Secara Teliti – Jangan langsung klik tautan maupun lampiran dari email atau pesan yang mencurigakan. Perhatikan alamat pengirim, isi pesan, dan apakah pesan tersebut mempunyai nada mendesak dan tidak wajar, yang biasanya menjadi ciri umum phishing.

4. Aktifkan Fitur Otentikasi Dua Faktor (2FA) – Penggunaan fitur ini menambah lapisan perlindungan ekstra agar akun perbankan dan layanan lainnya tetap aman dari akses tidak sah walaupun data login berhasil didapatkan pelaku.

5. Akses Situs Resmi Secara Langsung – Jika menerima pesan berisi tautan, pastikan mengakses situs resmi penyedia layanan melalui browser langsung, bukan dari tautan yang dikirim lewat email atau pesan instant messaging.

Selain itu, masyarakat diimbau agar selalu melatih kewaspadaan terhadap tren terbaru serangan siber dan mengikuti perkembangan teknologi keamanan digital. Kedisiplinan menjaga data pribadi, berhati-hati saat negara menggelar program transaksi dan pembayaran online, serta berani bertanya dan memastikan keaslian sumber informasi, akan membantu meminimalisir kerugian akibat kejahatan cyber.

Dengan penerapan langkah-langkah pencegahan tersebut, diharapkan aktivitas digital selama masa libur Lebaran bisa berjalan lancar, aman, dan terlindungi dari potensi celah kejahatan siber yang kian marak. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan data dan keuangan, sekaligus memperkuat ekosistem digital Indonesia yang sehat dan terpercaya.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update