- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sampang Genggam Erat Transparansi: Pemkab dan Polres Bersatu Dalam MoU Penerimaan Polri Berbasis Prinsip "BETAH"

Selasa, 17 Maret 2026 | 3/17/2026 02:50:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-17T07:50:07Z

SAMPANG, Liputan12.com – Sebuah era baru dalam rekrutmen anggota Polri di Kabupaten Sampang telah dimulai. Semangat transparansi, akuntabilitas, dan humanisme menjadi landasan utama dalam proses seleksi yang akan datang. Pada 17 Maret 2026, sebuah tonggak sejarah diukir di Ruang Kapolres Sampang, Jalan Jamaludin No. 2, dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Penerimaan Anggota Polri Terpadu Tahun Anggaran 2026. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Sampang dan Polres Sampang untuk mewujudkan proses seleksi yang bersih, adil, dan terpercaya.

Acara penting ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama di bidang pendidikan dan kependudukan, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai sektor. Hadir Bapak Mas’udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, yang memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas calon-calon pendaftar dari kalangan pelajar dan alumni. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, yang turut bertanggung jawab atas kualitas pendidikan karakter generasi muda Sampang, serta Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sampang, yang berperan penting dalam memastikan validitas data kependudukan para calon pendaftar.

Nota Kesepahaman ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan wujud nyata kerja sama konkret antara Polres Sampang dan Pemerintah Daerah. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pembinaan dan penjaringan calon anggota Polri yang potensial dari Kabupaten Sampang yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Dengan proses seleksi yang objektif dan terukur, diharapkan Kabupaten Sampang dapat menyumbangkan putra-putri terbaiknya untuk menjadi abdi negara yang profesional dan berintegritas.

Lebih dari sekadar prosedur, Nota Kesepahaman ini mengusung filosofi yang mendalam, yaitu "Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis" (BETAH). Prinsip "BETAH" ini akan menjadi kompas moral yang membimbing setiap tahapan dalam proses penerimaan anggota Polri, mulai dari tahap sosialisasi yang inklusif, pendaftaran yang mudah diakses, pelaksanaan seleksi yang objektif dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), hingga pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan para calon pendaftar.

Dengan menerapkan prinsip "BETAH", diharapkan tercipta iklim kepercayaan yang kuat di kalangan masyarakat, khususnya para generasi muda yang bercita-cita menjadi anggota Polri. Mereka akan merasa yakin bahwa kesempatan untuk mengabdi kepada negara terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki potensi dan memenuhi syarat, tanpa adanya diskriminasi atau praktik kecurangan.

Melalui kerjasama yang solid dan komitmen yang kuat untuk menerapkan prinsip "BETAH", Kabupaten Sampang bertekad untuk menghasilkan anggota Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi, berdedikasi untuk melayani masyarakat, dan menjunjung tinggi supremasi hukum. Dengan demikian, diharapkan citra Polri di mata masyarakat semakin positif, dan keamanan serta ketertiban di Kabupaten Sampang semakin terjamin.


(Redaksi)

×
Berita Terbaru Update