Sampang, Liputan12.com — Peristiwa tragis mengguncang Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang pada Selasa (10/3/2026). Seorang pria berinisial MDRI (56) meregang nyawa setelah menjadi korban penganiayaan yang mengerikan di area persawahan setempat. Pelaku yang berinisial HB (50) telah diamankan polisi setelah melakukan penusukan menggunakan senjata tajam yang dipasangkan di ujung bambu.
Menurut Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, peristiwa tersebut merupakan tindak pidana penganiayaan berat yang tragis. “Benar telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pelaku telah kami amankan dan kini dalam proses penyidikan,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Awal mula kejadian bermula ketika korban sedang menjalankan aktivitas rutinnya di persawahan. Pelaku dengan membawa sebatang bambu yang ujungnya telah dipasangi pisau tajam mendekati korban. Merasa terancam, korban sempat berusaha melarikan diri dengan berlari sejauh kurang lebih 30 meter sambil berteriak minta tolong, berharap ada warga yang dapat membantunya.
Namun naas, pelaku berhasil mengejar dan melumpuhkan korban dengan memukulkan bambu bermata pisau tersebut hingga korban terjatuh tersungkur di area sawah. Tidak hanya berhenti sampai di situ, pelaku melanjutkan aksinya dengan menusukkan pisau di ujung bambu ke dada kiri korban, tepat dekat ketiak, yang menyisakan luka tusuk berukuran 2x2 cm. Luka tersebut sangat parah hingga membuat korban mengalami pendarahan hebat dan akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian.
Setelah melakukan penganiayaan itu, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi. Namun berkat sigap dan koordinasi petugas Polsek Robatal, pelaku berhasil ditangkap tak jauh dari TKP tidak lama setelah kejadian. Selain pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti penting berupa bambu yang dipasangi pisau tajam dan pakaian korban yang masih bercak darah.
AKP Eko menegaskan bahwa pelaku kini telah diserahkan ke Satreskrim Polres Sampang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis ini dan memastikan proses hukum berjalan dengan transparan dan adil.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar yang selama ini mengenal MDRI sebagai sosok yang dikenal baik. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mempercayakan seluruh proses hukum pada pihak berwenang, dan menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Saya mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri, serahkan proses hukum secara resmi kepada polisi. Kami akan pastikan keadilan ditegakkan dan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tutup AKP Eko Puji Waluyo.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga solidaritas sosial dan kewaspadaan di lingkungan sekitar guna mencegah berbagai tindak kriminal yang merugikan dan menyakitkan masyarakat. Polisi juga menghimbau masyarakat untuk aktif berperan serta melaporkan hal-hal mencurigakan demi menciptakan suasana yang aman dan damai di Kabupaten Sampang.
(Redaksi)
