- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polresta Cirebon Gelar Rakor Lintas Sektoral dan Tactical Floor Game Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026

Jumat, 06 Maret 2026 | 3/06/2026 08:24:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-06T13:24:42Z

Cirebon, Liputan12.com – Polresta Cirebon menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka persiapan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) pada Jumat (6/3/2026). Acara berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon dan melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, serta berbagai stakeholder pendukung pelayanan masyarakat.

Rakor dipimpin Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., dan Dandim 0620 Kabupaten Cirebon Letkol Inf. Nizar Bachtiar, S.H., M.I.P. Sejumlah pejabat penting seperti Kepala Kantor Kemenag, Kasatpol PP, Kadinkes, Kadishub, Kalak BPBD, Wakapolresta, serta kepala rumah sakit dan perwakilan Polres sekitarnya turut hadir untuk menyatukan visi dan strategi pengamanan.

Dalam sambutannya, Kapolresta Kombes Pol Imara Utama menegaskan bahwa rakor ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Idulfitri tahun 2026. Evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi dasar dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala sejak dini. “Fokus utama pengamanan dan pelayanan ini adalah sebagai operasi kemanusiaan yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal yang menjadi perhatian seperti kelancaran arus lalu lintas, pengelolaan titik keramaian, potensi macet, serta pengawasan rest area,” ujarnya.

Kabupaten Cirebon sendiri memiliki lima gerbang tol yang menjadi jalur utama bagi para pemudik. Selain itu, Rest Area KM 228A dan KM 229B menjadi titik rawan kepadatan kendaraan dan harus mendapat perhatian khusus agar tidak terjadi penumpukan dan gangguan lalu lintas. “Wilayah Cirebon adalah salah satu titik istirahat strategis bagi pemudik, sehingga perlu pengaturan cermat agar para pemudik bisa beristirahat dengan aman dan nyaman,” katanya.

Kapolresta juga mengingatkan pentingnya keamanan rumah-rumah warga yang ditinggal mudik, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran keamanan. Simultan, penekanan keselamatan pengguna jalan selama arus mudik dan balik menjadi prioritas utama operasi ini.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026. Menurutnya, Kabupaten Cirebon merupakan jalur utama lalu lintas menuju Jawa Tengah dan daerah lain di Pulau Jawa, sehingga koordinasi dan perencanaan matang antar institusi sangat vital. “Kami siap bekerja sama untuk menciptakan suasana mudik aman, nyaman, dan lancar bagi semua masyarakat,” ucapnya.

Rakor juga mengangkat paparan dari beberapa pejabat terkait, seperti Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kadinkes Kabupaten, serta perwakilan dari beberapa Polres wilayah III dan Polres Brebes. Paparan tersebut membahas berbagai langkah teknis pengamanan, pelayanan kesehatan, rekayasa lalu lintas, serta antisipasi gangguan keamanan.

Setelah rakor, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan berbagai instansi dalam handling pengamanan arus mudik dan balik yang rencananya akan berlangsung selama 13 hari dari 12 hingga 25 Maret 2026.

Melalui kegiatan visi bersama ini, diharapkan seluruh elemen dapat menyamakan persepsi, mempererat koordinasi, dan memperkuat sinergi dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan, sekaligus memastikan pengamanan optimal agar masyarakat dapat menjalankan mudik dan perayaan Idul Fitri dengan aman dan lancar di wilayah hukum Polresta Cirebon.


(Bung Arya)

×
Berita Terbaru Update