- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menu Program MBG Taddan Diduga Nyaris Racuni Siswa TK, Warga Camplong Desak Evaluasi Segera

Kamis, 05 Maret 2026 | 3/05/2026 02:52:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-05T07:52:56Z

Sampang, Liputan12.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Taddan di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan serius dan mengkhawatirkan. Kali ini, makanan yang dibagikan kepada siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di MI Miktaful Ulum diduga dalam kondisi sudah membusuk dan sangat tidak layak konsumsi, yang nyaris membahayakan kesehatan dan keselamatan anak-anak usia dini. (Senin, 02 Maret 2026).

Berdasarkan pengakuan wali murid serta pengamatan warga setempat, meskipun tampilan makanan dari luar terlihat biasa dan normal, namun setelah plastik pembungkus dibuka, bau busuk yang tajam dan sangat menyengat langsung tercium. Kondisi ini menunjukkan bahwa makanan tersebut sudah rusak dan sangat berisiko menyebabkan gangguan pencernaan bahkan keracunan. Beruntung, kesadaran dari salah satu pengurus sekolah maupun wali murid berhasil mencegah makanan ini hampir dikonsumsi anak-anak sebelum keadaan sebenarnya terungkap.

Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam tiga hari terakhir ini, warga melaporkan bahwa pola makanan berbau busuk dan diduga sudah mengalami pembusukan itu hampir tiap hari terjadi. Kondisi ini sangat memperkeruh suasana dan menimbulkan keresahan besar di kalangan orang tua. Mereka menyuarakan ketakutan bahwa anak-anak mereka malah mendapatkan makanan yang seharusnya menyehatkan justru berpotensi meracuni dan menimbulkan penyakit serius.

Bahaya yang mengintai sangat nyata; anak-anak usia dini memiliki sistem imun yang belum sempurna. Jika sampai mengonsumsi makanan terkontaminasi, risiko keracunan pangan, gangguan serius pada saluran pencernaan, bahkan kerusakan organ bisa terjadi. Ini bukan sekadar kelalaian biasa, tetapi sudah sebuah kealpaan fatal yang dapat merenggut masa depan generasi muda dan membahayakan nyawa anak-anak yang menjadi sasaran program.

Warga Kecamatan Camplong mengecam keras kejadian ini dan menuntut agar pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta aparat pengawas mutu pangan segera turun tangan melakukan tindakan tegas. Mereka meminta evaluasi menyeluruh mulai dari proses pengolahan, kebersihan dapur Taddan, penyimpanan serta distribusi makanan, hingga kontrol kualitas ketat sebagai langkah preventif agar tragedi keracunan massal bisa dihindari.

Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya transparansi penuh dari semua pihak terkait. Jangan sampai kasus serupa diulang dan menjadi bom waktu kesehatan yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menelan korban. Penanganan cepat dan tegas mutlak diperlukan agar anak-anak yang seharusnya terlindungi dari bahaya, justru mendapatkan jaminan keamanan pangan yang benar-benar terjamin.

Dugaan kelalaian dan pengabaian ini membuka pintu kekhawatiran besar bagi seluruh warga Kecamatan Camplong. Orang tua merasa was-was bahkan trauma membayangkan jika anak mereka sampai menjadi korban keracunan yang menyebabkan sakit parah atau bahkan kematian. Mereka menegaskan, keselamatan anak-anak adalah harga mati yang tidak boleh ditawar dalam setiap program pemerintah apalagi yang menyangkut pangan dan kesehatan.

Masyarakat menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Sampang memberikan perhatian khusus dalam pengawasan dan pembinaan program MBG ini. Dukungan serta pengawasan ketat dan terintegrasi harus dijalankan agar setiap anak mendapat haknya atas makanan sehat yang layak, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi. Jangan sampai kelalaian kecil berubah menjadi tragedi besar yang menghancurkan harapan masa depan generasi penerus bangsa.

Semua pihak diingatkan agar segera bertindak dan tidak menunda-nunda. Keracunan makanan pada anak kecil bukanlah hal yang bisa dianggap enteng; ini adalah ancaman nyata yang butuh penanganan cepat dan serius demi menyelamatkan generasi mendatang dari bahaya fatal yang mungkin tersembunyi dalam setiap piring makanan mereka.


(Sal)

×
Berita Terbaru Update