Tegal, Liputan12.com — Menjelang momentum utama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia melalui perwakilannya di Tegal kembali menggelar kegiatan penukaran uang dengan sistem modern dan efisien. Pada Rabu (11/3/2026), layanan penukaran uang berlangsung di Gedung Hanggawana Samsat Kota Tegal, yang diikuti oleh warga masyarakat setempat dan daerah sekitarnya. Kegiatan ini diadakan untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan uang baru terpenuhi secara tertib dan aman menjelang hari raya besar keagamaan tersebut.
Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kenyamanan dan transparansi layanan, Bank Indonesia Tegal menyediakan kuota sebanyak sekitar 31 ribu lembar uang yang dapat ditukar masyarakat secara langsung. Kuota ini disampaikan sudah terpenuhi secara cepat karena masyarakat semakin memahami sistem pendaftaran dan pengambilan uang melalui platform digital Pintar.bi.go.id, sebuah inovasi digital yang memudahkan proses penukaran uang secara online dan aman.
Dalam pantauan langsung, wali kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, turut hadir dan meninjau secara langsung jalannya kegiatan penukaran uang selama tiga hari tersebut. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memastikan seluruh proses berjalan lancar, tertib, dan sesuai protokol kesehatan serta aturan yang berlaku.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap antusiasme masyarakat, terutama karena mereka telah memanfaatkan layanan ini dengan baik. “Kami menyiapkan sekitar 31 ribu kuota untuk penukaran uang. Hingga hari ini, seluruh kuota sudah habis terambil dan proses penukaran berjalan lancar karena masyarakat sudah memahami cara mengakses aplikasi Pintar,” katanya. Ia menambahkan bahwa pecahan uang yang paling diminati masyarakat adalah nominal Rp20 ribu ke bawah, yang sesuai kebutuhan sehari-hari menjelang lebaran.
Diketahui, masyarakat yang mengikuti kegiatan penukaran ini tidak hanya berasal dari Kota Tegal, tetapi juga dari daerah sekitar yang ingin mendapatkan uang baru secara tertib dan langsung. Sebagian besar dari mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja swasta, petani, pedagang, hingga ibu rumah tangga, menggambarkan bahwa kebutuhan uang baru ini bersifat nasional dan lintas latar belakang.
Wali Kota Dedy Yon Supriyono, saat ditemui di lokasi kegiatan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi yang solid antara Bank Indonesia dan seluruh pihak perbankan di wilayah Kota Tegal. “Kegiatan penukaran uang ini dilaksanakan di tempat yang terpusat dan melibatkan seluruh bank di bawah naungan Bank Indonesia. Tujuannya, agar masyarakat mendapatkan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan dalam menukar uang menjelang hari raya,” ujarnya.
Kegiatan penukaran uang berlangsung mulai tanggal 10 hingga 12 Maret 2026 dan tetap dilanjutkan hingga tanggal 15 Maret 2026. Tujuannya agar masyarakat dari berbagai daerah dan kalangan dapat mengakses uang baru dengan mudah tanpa harus menunggu di tempat ramainya penukaran di pusat kota.
Dalam rangka menjaga pemerataan dan mencegah praktik penukaran uang yang menimbulkan biaya tambahan ataupun praktik penipuan, Bank Indonesia membatasi maksimal penukaran sebesar Rp5.300.000 per orang. Rinciannya meliputi pecahan Rp50.000 maksimal 50 lembar, pecahan Rp20.000 juga maksimal 50 lembar, pecahan Rp10.000 maksimal 100 lembar, pecahan Rp5.000 maksimal 100 lembar, pecahan Rp2.000 dan Rp1.000 masing-masing maksimal 100 lembar. Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan semua masyarakat memperoleh uang dengan jumlah yang cukup dan mereka tidak harus membayar biaya apapun di luar ketentuan resmi.
Selain membatasi jumlah uang yang dapat ditukar, pihak bank dan aparat terkait melakukan pengawasan ketat terhadap proses penukaran secara langsung untuk memastikan tidak ada praktik penipuan atau penyalahgunaan. Sistem ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi masyarakat yang ingin menyiapkan semakin dekatnya Lebaran, agar suasana suasana Hari Raya berlangsung penuh kebahagiaan tanpa kekhawatiran kekurangan uang maupun risiko penipuan.
Dengan inovasi layanan digital dan sistem yang transparan, Bank Indonesia berharap proses penukaran uang ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nominal masyarakat secara efisien, tetapi juga membantu menumbuhkan kepercayaan terhadap penggunaan uang uang baru sebagai simbol keberkahan dan keberhasilan menjelang hari raya besar. Semoga langkah ini turut mendukung suasana penuh suka cita dan kedamaian selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
(Ag)
