- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tangani Bencana Tanah Bergerak di Padasari, Pemprov Jateng Kucurkan Bantuan Rp239 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 | 2/18/2026 10:12:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-18T03:12:40Z

JATINEGARA , LIPUTAN 12 . COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp239 juta untuk penanganan dampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, saat mengunjungi korban terdampak, Selasa (17/02/2026).


Dalam kunjungan tersebut, ia menyapa pengungsi sekaligus memastikan kondisi kesehatan, ketersediaan logistik, dan kesiapan sarana ibadah menjelang Ramadan.


Di hadapan pengungsi, Taj Yasin berharap masyarakat tetap kuat serta menjaga kesehatan di tengah situasi sulit. "Menjelang Ramadan, saya berharap mereka tetap menjaga kesehatan dan bahagia menjalankan ibadah. Apalagi di dekat sini tersedia musala, sehingga ibadah dapat tetap dilaksanakan. Kami pastikan kebutuhan sahur dan berbuka telah disiapkan pemerintah," tuturnya.


Ia menegaskan kebutuhan spiritual masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah, mengingat mayoritas warga aktif dalam kegiatan keagamaan. "Mayoritas warga di sini religius dan aktif di majelis serta pesantren. Kami memastikan musala di lokasi pengungsian siap digunakan selama Ramadan. Tidak hanya di sini, tetapi juga di lokasi pengungsian lainnya," jelasnya.


Selain memastikan kebutuhan ibadah, Wagub meninjau layanan kesehatan dan distribusi bantuan. Ia menyampaikan kondisi pengungsi relatif sehat dan kebutuhan dasar tercukupi, meskipun kenyamanan berbeda dibandingkan tinggal di rumah sendiri. "Alhamdulillah kondisi pengungsi sehat dan layanan berjalan baik. Meski belum nyaman karena bukan di rumah sendiri, percepatan pembangunan hunian sementara diperlukan. Saat ini telah dibangun sekitar 540 unit, dan masih dibutuhkan lahan untuk sekitar 360 unit, sehingga totalnya mencapai 900 unit sesuai jumlah rumah terdampak," katanya.


Ia menambahkan pemerintah mengawal percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) serta menyiapkan solusi hunian tetap (huntap). Tantangan muncul karena satu rumah terdampak dapat dihuni lebih dari satu kepala keluarga. "Kami akan mencarikan solusi, karena satu rumah bisa dihuni dua hingga lima kepala keluarga. Selain itu, lahan yang tersedia belum direkomendasikan BMKG karena masih labil. Kami memastikan lokasi yang tepat dan aman bagi masyarakat," tutupnya.


Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menambahkan pihaknya berupaya mempercepat penyelesaian huntara sebelum Lebaran. "Kami bekerja keras agar huntara yang dibangun di Desa Capar, Jatinegara, segera selesai dan dapat difungsikan sebelum Lebaran," tuturnya.


Sementara itu, pengungsi Waydi Supratman berharap pembangunan hunian segera direalisasikan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. "Kami berharap pembangunan hunian dipercepat, baik sementara maupun permanen, karena Ramadan segera tiba dan tentu menyedihkan jika Lebaran masih di pengungsian," ucapnya. Ia bersyukur kebutuhan makanan di pengungsian tercukupi. "Mulai dari makanan, pakaian, hingga minuman tersedia," imbuhnya. 

(Ag)

×
Berita Terbaru Update