SAMPANG, Liputan12.com – 12 Februari 2026 – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar terpancar dari inisiatif warga Desa Pekalongan Laok, Kabupaten Sampang. Mereka bahu membahu memperbaiki jalan rusak yang menjadi urat nadi transportasi sehari-hari, bukan dengan menunggu bantuan, melainkan dengan mengandalkan dana dan tenaga sendiri. Aksi ini patut diacungi jempol sebagai contoh nyata partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah infrastruktur.
Kondisi jalan yang memprihatinkan, dengan lubang-lubang menganga yang membahayakan pengguna jalan, menjadi pemicu utama gerakan solidaritas ini. Masyarakat, alumni Pondok Pesantren Darussunnah, dan alumni Madrasah Nurul Huda tergerak hatinya untuk bersama-sama mengumpulkan dana dan tenaga. Dengan semangat kebersamaan, mereka membeli material seperti pasir, semen, dan kerikil, lalu bergotong royong menambal jalan yang rusak sejak pagi hari.
"Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap keselamatan bersama. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga sehari-hari, mulai dari anak-anak sekolah, petani yang mengangkut hasil panen, hingga akses ke layanan kesehatan," ujar seorang tokoh masyarakat Pekalongan Laok yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga, alumni Madrasah Nurul Huda, dan alumni Darussunnah atas partisipasi aktif mereka.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menambahkan bahwa inisiatif ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. "Selain memperbaiki jalan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk berkumpul, saling mengenal, dan memperkuat rasa persaudaraan," katanya.
Aksi gotong royong warga Pekalongan Laok ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Sampang untuk lebih proaktif dalam mengatasi masalah infrastruktur yang ada. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan di desa-desa, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengandalkan dana pribadi untuk memperbaiki infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kisah inspiratif ini menjadi bukti bahwa dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya.
(Saladin Haikal)
