SAMPANG, Liputan12.com – Komisi 1 DPRD Kabupaten Sampang terus berupaya keras meningkatkan pengelolaan sampah di Kecamatan Sokobanah. Ketua Komisi 1, Mohammad Salim, menegaskan bahwa pihaknya gencar mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dinas terkait untuk mengadopsi teknologi modern dalam pengelolaan sampah, dengan visi jangka panjang menjadikan sektor ini sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Kamis, 12-02-2026)
Perubahan lokasi corve (kerja bakti) sampah ke Sokobanah Daya menjadi langkah awal dalam upaya peningkatan ini. Salim menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi teknis. Lokasi sebelumnya di Sowaan dinilai kurang ideal karena kondisi sampah yang bercampur air, sehingga menyulitkan pengelolaan manual.
"Kami melihat potensi besar dalam pengelolaan sampah jika dilakukan dengan sentuhan teknologi. Selain lebih efisien, ini juga bisa menjadi sumber PAD yang signifikan bagi daerah," ungkap Salim. "Untuk itu, kami terus berkoordinasi dengan DLH dan PUPR untuk merealisasikan penggunaan alat berat di Sowaan. Jika memungkinkan, ini akan sangat membantu proses pemilahan dan pengolahan sampah."
Lebih lanjut, Salim menambahkan bahwa pihaknya tengah menjajaki berbagai opsi teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di Sokobanah. Beberapa opsi yang tengah dikaji antara lain pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy), atau sistem daur ulang terpadu. DPRD Sampang memastikan bahwa teknologi yang dipilih akan selaras dengan regulasi dan kebijakan lingkungan hidup yang berlaku.
"Kami tidak ingin hanya sekadar memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain. Tujuan kami adalah mencari solusi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tegasnya. "Jika bantuan alat berat tidak dapat direalisasikan dalam waktu dekat, corve di Sokobanah Daya akan tetap berjalan secara manual sebagai solusi sementara, sambil terus mengupayakan solusi teknologi yang lebih permanen."
Upaya DPRD Sampang ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan aktivis lingkungan. Diharapkan, dengan komitmen yang kuat dan inovasi teknologi, pengelolaan sampah di Sokobanah dapat menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Kabupaten Sampang, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
#Redaksi
