- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Tegal Alokasikan Dana Rp10,041 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur di Suradadi, Perkuat Konektivitas dan Dengungkan Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 27 Februari 2026 | 2/27/2026 12:46:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T05:46:06Z

Suradadi, Liputan12.com – Di tengah upaya konsisten pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan aksesibilitas infrastruktur bagi masyarakat, Kabupaten Tegal kembali menegaskan komitmennya melalui realisasi pembangunan jalan dan jembatan di Kecamatan Suradadi. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Tegal menganggarkan dana sebesar Rp10,041 miliar yang dialokasikan untuk berbagai paket pekerjaan strategis guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus lalu lintas warga, dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Suspriyanti, dalam sebuah momen penting yaitu acara Tarawih dan Silaturahim Ramadan 1447 H yang berlangsung di Masjid Darussalam, Desa Harjasari, Kamis (26/2/2026). Momentum yang penuh keberkahan ini bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan rutin, melainkan sebagai sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat setempat dalam menyampaikan rencana pembangunan serta mendengarkan aspirasi warga.

Dalam sambutannya, Suspriyanti menegaskan bahwa kegiatan Tarawih dan Silaturahim ini memiliki makna kedekatan pemerintah dengan masyarakat, agar pembangunan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh warga. "Kami ingin pembangunan ini benar-benar bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup mereka, dan memperkuat tali silaturahim," ujarnya.

Di antara proyek penting yang termasuk dalam alokasi anggaran adalah pelebaran Jalan Jatibogor–Kertasari yang menelan dana sebesar Rp2,807 miliar, pembangunan drainase di ruas Jalan Jatibogor–Karangmulya sebesar Rp195 juta, serta peningkatan kualitas jalan strategis lainnya seperti Kebandingan–Gembongdadi, Harjasari–Jatimulya, Jatibogor–Sidaharja, dan Sidaharja–Peleman. Pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah akses transportasi bagi warga, tetapi juga mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan agar lebih efisien dan terjangkau. Dengan jalan yang baik dan aman, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, sekaligus memperkuat daya saing produk daerah.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Suspriyanti juga menegaskan pentingnya membangun aspek sosial dan keagamaan. Untuk mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan dan memperkuat keterlibatan masyarakat, sejak 2025 pemerintah daerah telah memberdayakan tenaga keagamaan, dengan sekitar 1.500 marbot yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini menunjukkan perhatian serius terhadap penghormatan dan perlindungan tenaga pengelola ibadah. Sementara, pembayaran insentif kepada sekitar 9.318 pengajar keagamaan dari total 11.636 aktif juga terus menjadi prioritas, di mana pada 2026 anggaran hibah insentif ini meningkat lebih dari Rp18 miliar—sebuah bentuk apresiasi serta perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan agama di wilayah tersebut.

Menjelang bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Suspriyanti mengajak masyarakat untuk turut menjaga ketertiban dan keamanan di tengah kegiatan keagamaan. Ia menyoroti bahaya meningkatnya tawuran remaja yang awalnya berangkat dari perang sarung dan berharap masyakarat lebih peduli, waspada, serta memperkuat peran keluarga, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan agar Ramadan berlangsung damai dan penuh kedamaian.

“Jangan sampai momentum Ramadhan digunakan untuk tindakan yang merusak kedamaian, seperti tawuran atau tindak kekerasan lainnya. Mari jaga kelancaran dan keberkahan bulan suci ini dengan memperkuat pengawasan keluarga serta peran tokoh masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini turut diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial dari Baznas Kabupaten Tegal, berupa dana sebesar Rp32,5 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Jami Darul Falah di Desa Harjasari, sekaligus santunan kepada 50 anak yatim dan lansia. Ini menunjukkan bahwa partisipasi sosial serta kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian integral dalam filosofi pembangunan yang dijalankan.

Kepara desa Harjasari, Kushendrato, menyampaikan apresiasi sekaligus berharap bahwa sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat akan terus diperkuat. Ia menyinggung tentang tantangan wilayah yang cukup padat dan rawan banjir akibat sungai yang melintasi wilayahnya, termasuk sering limpasan air saat musim hujan. Ia berharap, melalui peningkatan fasilitas dan pembangunan infrastruktur, seperti penerangan jalan dan penguatan tanggul, kenyamanan dan keamanan warga dapat terjamin.

Secara keseluruhan, dengan alokasi anggaran besar dan program yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, Pemkab Tegal melihat masa depan yang optimis. Mereka yakin pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sosial ini akan berkontribusi nyata terhadap peningkatan taraf hidup warga dan keberhasilan menegakkan citra daerah sebagai daerah yang aman, makmur, dan religius. Keberhasilan pembangunan ini diharapkan menjadi tonggak kejayaan dan inspirasi bagi daerah lain dalam menyusun strategi pembangunan berkelanjutan.


(Ag)

×
Berita Terbaru Update