- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Janjikan urus pajak dan mengaku direktur EH di duga tipu seorang petinggi di Jepara.

Senin, 02 Februari 2026 | 2/02/2026 10:33:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T03:33:00Z

Jepara: 02/02/2026

Dugaan penipuan yang di lakukan EH alias Badhol yang mengaku direktur PT API ramai menjadi perbincangan publik berikut kronologi yang berhasil di himpun awak media dari nara sumber.


Berawal saat EH mengunjungi sebuah  cafe di jepara EH, setiap kali datang ke cafe EH selalu mengajak ngobrol dengan G yang juga bekerja di cafe tersebut 

karena sering nya EH datang ke cafe dan ngobrol dengan G,sehingga kedua nya mulai akrab 

EH juga mengaku  punya perusahaan yang sedang mengerjakan proyek di Jepara dan bekerja sama dengan Perhutani KPH Pati terkait penanaman jagung, untuk swasembada pangan nasional karena sering bertemu dan ngobrol dengan EH akhirnya G menyampaikan pada EH apakah dapat membantu permasalahan teman nya seorang petinggi berinisial AS berkaitan dengan pajak.


Selang beberapa hari EH datang lagi ke cafe menyampaikan ke G bahwa Ia bisa membantu menyelesaikan masalah pajak AS dari situ G menyampaikan ke AS kalau EH tamu di tempat G bekerja bisa membantu menyelesaikan permasalahan pajak AS.


Untuk memastikan siapa sebenarnya EH dengan berbagai cara G  mencari informasi tentang EH dan Perusahaan milik nya dari data yang di peroleh, EH tercatat sebagai direktur dari PT Adhiniaga Prospekta Investama (API) yang beralamat di Jalan Raya Bangsri-Kembang Jepara Jawa Tengah.


Untuk menindaklanjuti soal pengurusan pajak AS maka di buat jadwal pertemuan EH dan AS untuk membahas soal kesanggupan EH untuk membantu menyelesaikan masalah pajak akhirnya di putuskan bertemu di rumah AS yang juga di saksikan oleh G.


Setelah pertemuan pertama selang beberapa hari EH minta di temukan lagi dengan AS di cafe tempat G bekerja kedua nya pun bertemu di saksikan oleh G dari pertemuan kedua itu maka di buat lah kesepakatan untuk biaya awal (DP) sebesar lima puluh juta untuk operasional berangkat ke jakarta pada hari minggu dan atas kesepakatan kedua belah pihak uang lima puluh juta di tranfer melalui rekening milik G.


Pada Minggu pagi  tanggal 29/12/2025 EH datang ke tempat kerja G minta agar uang lima puluh juta dari AS di tranfer ke rekening milik EH sebelum berangkat ke jakarta saat itu juga G  mentranfer uang sebesar tiga puluh juta ke rekening EH melalui BRI link dan sisa nya di ambil tunai untuk biaya operasional selama di jakarta dan di jepara malam sekitar pukul 20.00 dengan menggunakan mobil rental EH berangkat ke jakarta dan atas perintah petinggi AS, G diminta untuk ikut mendampingi EH ke jakarta setelah 2 hari di jakarta EH dan G pulang ke jepara menyampaikan hasil dari jakarta di rumah petinggi AS.


Setelah di tunggu beberapa hari proses penyelesaian pajak AS tidak ada kejelasan, akhirnya pada hari senin 5/01/2026 AS bertemu dengan EH di rumah makan untuk menanyakan soal penyelesaian pqjaknya lagi-lagi EH menyampaikan masih nunggu proses hingga hari rabu 7/01/2026 setelah di tungg sampai hari rabu ternyata belum juga ada keputusan terkait penyelesaian pajak AS.


Entah apa penyebabnya tiba-tiba pada sabtu 10/01/2026 EH membuat surat pernyataan tidak mau melanjutkan proses penyelesaian pajak milik AS.dan siap mengembalikan uang lima puluh juta milik AS paling lambat senin 12/01/2026, G juga di minta EH untuk menjadi saksi di surat pernyataan yang di buat oleh EH.


Selanjut nya surat pernyataan yang di buat EH di foto dan di kirimkan ke AS dan asli nya di bawa EH, tetapi sampai sekarang uang milik AS sebesar lima puluh juta tak kunjung di kembalikan oleh EH saat di temui oleh G pada kamis 15/01/2026 EH menyampaikan "saya masih menunggu tranferan uang masuk di rekening perusahaan dan akan segera mengembalikan uang AS." Katanya. 


G berupaya menghubungi nomor telephon yang tertera pada profil company  PT API untuk membantu menyelesaikan permasalahan EH dengan AS dan pihak PT API pun siap membantu namun hingga saat ini juga belum ada kejelasan.


Hingga saat ini G masih mencari keberadaan EH dan minta kepada PT API agar segera mengembalikan uang milik petinggi AS namun hingga sekarang EH dan pihak PT API belum juga mengembalikan uang milik AS bahkan no telephon EH tidak bisa lagi di hubungi.


AS saat menghubungi G minta agar mengurus uang lima puluh juta miliknya supaya cepat di kembalikan dalam waktu dekat jika tidak segera di kembalikan sesuai surat pernyataan yang di buat oleh EH maka AS akan membawa permasalahan ini ke pihak berwajib karena sudah melebih batas waktu yang di janjikan.


GunJPR

×
Berita Terbaru Update