- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Tegal Ajak Komisi IV DPR RI Integrasikan Pengelolaan Lereng Gunung Slamet untuk Mitigasi Bencana

Selasa, 24 Februari 2026 | 2/24/2026 10:48:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T03:48:06Z

Tegal, Liputan12.com - Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menyampaikan aspirasinya kepada Komisi IV DPR RI untuk mendorong integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet secara lintas kabupaten. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI di Kota Tegal, Senin (23/02/2026). Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), serta para pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI. Hadir pula para Direktur Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Plt. Direktur Utama Perum Perhutani, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Ischak Maulana Rohman menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan kehutanan dan mitigasi bencana di Kabupaten Tegal. Ia menekankan bahwa kunjungan Komisi IV DPR RI merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan kehutanan dan mitigasi bencana di daerah.

Bupati menyoroti pentingnya penguatan tata kelola kawasan hulu, terutama setelah banjir bandang yang melanda kawasan Taman Wisata Alam Guci dan berdampak signifikan pada infrastruktur serta perekonomian masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih serius dalam menangani risiko hidrometeorologi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Pemerintah daerah telah melakukan langkah cepat, mulai dari penanganan darurat hingga normalisasi sungai. Namun, ketangguhan kawasan ini membutuhkan sinergi jangka panjang dengan pemerintah pusat," tegasnya.

Dalam forum tersebut, Bupati menyampaikan tiga poin utama yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tegal, yaitu integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet secara lintas kabupaten, dukungan terhadap usulan pembentukan taman nasional, serta penguatan sistem peringatan dini berbasis teknologi yang diiringi dengan penataan ulang kawasan wisata dengan mengutamakan aspek keselamatan pengunjung.

"Kami mendukung penuh pembentukan taman nasional sebagai langkah strategis untuk menjaga fungsi ekologis, mencegah alih fungsi lahan, serta memperkuat mitigasi bencana bagi wilayah penyangga seperti Guci," imbuhnya.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi di Guci dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan strategi penanganan dan rehabilitasi.

"Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi di Guci. Kehadiran kami melalui kunjungan kerja ini sekaligus untuk menginisiasi diskusi bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan guna merumuskan strategi penanganan, rehabilitasi, serta penguatan mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang," ujarnya.

Titiek Soeharto berharap agar seluruh pihak dapat bergerak cepat, terkoordinasi, dan responsif dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya di kawasan hulu dan wilayah penyangga.

Selain pembahasan kebijakan strategis, forum tersebut juga membahas aspek teknis pengelolaan kawasan. Diskusi bersama Perhutani dan BKSDA menghasilkan sejumlah catatan penting, antara lain pengelolaan Pancuran Tiga Belas, tata kelola sumber mata air panas, serta rencana reboisasi di kawasan Guci.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Tegal akan menawarkan skema kerja sama dengan BKSDA dalam pengelolaan air agar lebih tertata, tetap memenuhi kewajiban PNBP, serta mengakomodasi kepentingan masyarakat setempat. Skema ini direncanakan melibatkan PDAM sebagai operator, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya air di kawasan tersebut.

Mengingat sumber mata air panas menjadi daya tarik utama wisata Guci, percepatan penyambungan air juga menjadi prioritas menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha dan investor di kawasan tersebut, sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah.

"Untuk sementara, akses masuk kawasan wisata Guci masih digratiskan," pungkas Bupati, sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku wisata dan masyarakat yang terdampak musibah.

Melalui kunjungan kerja ini, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan Guci yang tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Ia berharap, dengan dukungan dari Komisi IV DPR RI, pengelolaan lereng Gunung Slamet dapat terintegrasi secara lintas kabupaten, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat yang berada di wilayah tersebut.


(Ag)

×
Berita Terbaru Update