Surabaya, Liputan12.com – Di tengah suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memperlihatkan kekompakan mereka saat bertemu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (27/2/2026). Keduanya tampak serasi dan kompak mengenakan busana batik berwarna ungu, menandai momen penting sebagai simbol persahabatan dan sinergi antara kedua provinsi.
Sherly datang ke Grahadi sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut dengan hangat oleh Khofifah. Setelah saling bertukar salam dan beramah tamah, kedua pemimpin ini langsung masuk ke ruang pertemuan utama untuk membahas berbagai peluang kerja sama lintas sektor yang selama ini sudah mereka rintis. Pertemuan ini berlangsung lebih dari dua jam, di mana mereka saling bertukar pandangan dan mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pembangunan dan kemajuan di masing-masing daerah.
Pada saat keluar dari ruang pertemuan sekitar pukul 11.25 WIB, Khofifah dan Sherly tetap tampil anggun dan harmonis dengan balutan batik berwarna ungu yang berbeda motif. Khofifah kali ini memilih batik bermotif garis nampan seperti songket lengkap dengan hiasan floral di bagian lengan dan dada, dipadukan dengan hijab ungu tua dan celana hitam yang simpel namun elegan. Sementara Sherly, tampil ceria dengan blouse batik ungu cerah yang penuh motif bunga dan daun, dipadukan celana putih bersih yang menambah kesan anggun dan segar. Rambut Sherly yang dibiarkan terurai memberikan aura natural dan percaya diri.
Ketika wartawan menanyakan tentang kebetulan mereka yang sama-sama mengenakan batik ungu, Sherly mengaku bahwa hal tersebut tidak direncanakan sebelumnya. “Iya, enggak janjian lho ternyata. Saya baru ngeh (menyadarinya). Ternyata kita warnanya matching, berarti ini artinya kita sehati dan seiya sekata,” ujarnya sambil tersenyum, menunjukkan kekompakan dan kedekatan personal yang terpancar secara alami.
Khofifah pun tak kalah antusias sekaligus bersyukur atas moment kebetulan yang mempererat hubungan mereka. Dengan menggendong tangan Sherly, Ia menyampaikan bahwa suasana haru dan bahagia ini menjadi simbol bahwa kerja sama yang selama ini dijalin di tingkat pemerintah provinsi benar-benar harmonis dan saling mendukung. “Aku saja tadi waktu foto bareng-bareng aku baru ngeh (menyadarinya),” ucap Khofifah disambut tawa riang dari kedua pemimpin.
Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dari kerja sama yang telah mereka bangun sejak Maret 2025, saat Khofifah berkunjung ke Maluku Utara dan menandatangani sejumlah nota kesepahaman. Pembahasan utama kali ini adalah penguatan kolaborasi dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan ekonomi daerah, logistik, serta penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kedua gubernur sepakat untuk terus memperluas cakupan kerja sama demi kemajuan kedua provinsi, termasuk sektor pertanian, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur yang merata.
Sherly menuturkan bahwa Provinsi Maluku Utara saat ini masih dalam proses meningkatkan indeks SPBE dari 3,6 menjadi lebih baik, terinspirasi dari Jawa Timur yang sudah mencapai angka 4,7. “Kami ingin belajar dari Jawa Timur agar bisa mencontoh dan meningkatkan sistem pemerintahan berbasis elektronik di daerah kami. Ini adalah langkah awal menuju transformasi digital yang lebih baik,” tuturnya penuh semangat. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka peluang untuk kerja sama di bidang pertanian dan pendidikan, agar pembangunan kedua daerah semakin maju dan berdaya saing.
Dalam dinamika hubungan ini, kehadiran kedua gubernur sekaligus menjadi simbol kekompakan dan komitmen bersama dalam memperkuat tali silaturahmi dan kerja sama antar provinsi. Melalui sinergi yang harmonis, mereka berharap pembangunan nasional bisa berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat di masa depan. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan ini menjadi inspirasi nyata bahwa kolaborasi antar daerah dapat menunjang kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
#Redaksi
