- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Antisipasi Keracunan, Disdik Sampang Susun SOP Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 07 Februari 2026 | 2/07/2026 01:30:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T06:46:58Z

SAMPANG, Liputan12.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang mengambil langkah proaktif untuk memastikan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjangkau semakin banyak pelajar di berbagai jenjang pendidikan. Disdik tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus yang akan menjadi panduan bagi kepala sekolah dan guru dalam mengawasi kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa. (05-02-2026)

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi risiko keracunan makanan yang dapat terjadi dalam program MBG. Disdik Sampang menyadari bahwa selain pemenuhan gizi, aspek keamanan pangan juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini.

"Kami tidak ingin program MBG hanya fokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga harus menjamin keamanan makanan yang mereka konsumsi. Oleh karena itu, kami menyusun SOP yang ketat untuk meminimalisir risiko keracunan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam.

Nor Alam menjelaskan bahwa penyusunan SOP ini melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) serta berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa SOP yang dihasilkan komprehensif dan efektif.

"Kami menggandeng BGN dan pihak-pihak terkait untuk menyusun SOP ini. Kami ingin memastikan bahwa SOP ini sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku dan mudah diimplementasikan oleh sekolah," jelasnya.

SOP ini akan mengatur berbagai aspek pengawasan, mulai dari pemilihan menu, proses pengolahan makanan, penyimpanan, hingga penyajian makanan kepada siswa. Selain itu, SOP juga akan mengatur prosedur pelaporan dan penanganan jika terjadi indikasi masalah pada makanan yang disalurkan.

"SOP ini akan menjadi panduan lengkap bagi sekolah dalam mengelola program MBG. Di dalamnya terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan mulai dari awal hingga akhir, termasuk bagaimana cara melaporkan dan menangani jika ada masalah," tutur Nor Alam.

Nor Alam menambahkan, SOP ini tidak hanya ditujukan untuk kepala sekolah dan guru, tetapi juga untuk pihak-pihak lain yang terlibat dalam program MBG, seperti penyedia makanan.

"Kami akan memberikan pelatihan kepada semua pihak yang terlibat dalam program MBG agar mereka memahami dan dapat melaksanakan SOP ini dengan baik," katanya.

Disdik Sampang berharap dengan adanya SOP ini, program MBG dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik.

"Kami ingin program MBG ini benar-benar memberikan manfaat bagi siswa, tidak hanya dari segi gizi, tetapi juga dari segi kesehatan dan keselamatan," pungkas Nor Alam.

Saat ini, penyusunan SOP masih dalam tahap pembahasan. Setelah rampung, SOP akan segera disosialisasikan ke sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Sampang.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update