![]() |
| Rekaman CCTV yang Viral saat Aksi Pelaku |
Sampang, Liputan12.com – Publik dihebohkan dengan aksi pencurian kotak amal yang dilakukan oleh seorang pemuda di sebuah masjid di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Kejadian tersebut terekam oleh kamera CCTV dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu kemarahan dan keprihatinan dari warganet. Aksi nekat pelaku yang dilakukan di Masjid Al Musahalah, Dusun Jurgang Barat, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, pada Jumat malam (20/2/2026) itu berhasil diungkap berkat kecermatan warga dan bantuan teknologi CCTV.
Dalam rekaman CCTV yang viral, terlihat seorang pemuda dengan santai mengenakan celana pendek, bertopi merah, dan membawa alat berupa obeng untuk membobol kotak amal. Aksi ini dilakukan sekitar pukul 23.08 WIB, di saat kondisi masjid sepi dan minim pengawasan. Namun, tanpa disadari oleh pelaku, aksinya tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV yang terpasang di dalam masjid.
Kejadian ini baru diketahui keesokan harinya, saat salah seorang pengurus masjid curiga dengan kondisi pintu masjid yang terbuka di malam hari. Ia kemudian mengecek rekaman CCTV dan mendapati seorang pemuda sedang mencongkel kotak amal. Rekaman tersebut kemudian disebarkan ke grup-grup warga dan media sosial dengan harapan pelaku dapat segera diidentifikasi.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan kejadian pencurian tersebut dan menjelaskan bahwa pelaku berhasil diamankan oleh warga berkat rekaman CCTV. "Kami membenarkan adanya kejadian pencurian kotak amal tersebut. Pelaku yang berinisial RA (23), warga Surabaya yang berdomisili di Ponorogo, berhasil diamankan oleh warga setelah dikenali dari rekaman CCTV yang telah menyebar," ujarnya pada Kamis (26/2/2026).
AKP Eko menambahkan, saat ditangkap warga, RA mengenakan pakaian yang berbeda dari yang dikenakan saat melakukan aksinya di masjid. Namun, berkat kecermatan warga yang mengenali wajah dan ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTV, RA tidak dapat mengelak dan akhirnya mengakui perbuatannya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa kotak amal yang telah rusak akibat dicongkel, serta obeng yang digunakan pelaku untuk membobol kotak amal. Pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku melakukan pencurian tersebut karena membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kasus ini menjadi bukti bahwa teknologi CCTV sangat membantu dalam mengungkap tindak kejahatan. Kami mengapresiasi kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan di lingkungan masyarakat masih bisa terlacak dan diungkap dengan bantuan teknologi yang ada. Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga keamanan lingkungan, terutama tempat tempat ibadah yang rentan menjadi target kejahatan.
Kapolres Sampang melalui Kasi Humas, AKP Eko Puji Waluyo, menyampaikan bahwa tindakan warga yang sigap dan memanfaatkan rekaman CCTV sangat berharga dalam proses penegakan hukum. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga keamanan dan segera melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan ke pihak berwajib.
“Penggunaan CCTV dan pengawasan lingkungan adalah langkah penting dalam meminimalisir tindak kejahatan. Saya mengajak seluruh warga untuk terus waspada dan mendukung upaya-upaya keamanan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Atas kejadian ini, Polres Sampang akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di tempat-tempat umum, termasuk fasilitas ibadah, guna menciptakan suasana aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Sementara pelaku dijerat dengan pasal pencurian dan diancam hukuman sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sebagai bagian dari upaya menegakkan keadilan dan memberi efek jera bagi pelaku kejahatan.
Kejadian ini juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kondusivitas dan keamanan lingkungan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar tindak kejahatan seperti ini tidak kembali terjadi dan masyarakat merasa terlindungi serta aman saat menjalankan ibadah maupun aktivitas sehari-hari.
#Red.
