- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Lawan Saat Ditangkap, Pelaku Jambret Maut di Pamekasan Dihadiahi Timah Panas di Kedua Kakinya!

Senin, 12 Januari 2026 | 1/12/2026 07:26:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-12T12:26:17Z



Pamekasan - Timah panas menjadi "hadiah" bagi UA (30), pelaku penjambretan yang menyebabkan seorang nenek bernama Sumriyeh (60) meninggal dunia di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Kedua kaki UA terpaksa dilumpuhkan oleh petugas kepolisian karena berusaha melawan saat akan ditangkap pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

 

Dalam пресс-релизе yang digelar pada Senin (12/1/2026), Polres Pamekasan tidak menghadirkan langsung tersangka UA di hadapan awak media. Polisi hanya menunjukkan foto-foto UA dengan kedua kakinya yang terluka dan dibalut perban.

 

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa UA sempat berusaha melarikan diri dengan memanjat atap rumahnya saat akan ditangkap. Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan.

 

"Benar, tersangka UA melakukan perlawanan saat akan ditangkap, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur," ungkap AKP Doni.

 

AKP Doni juga mengungkapkan bahwa UA sengaja datang dari Sampang untuk mencari korban. Aksi keji UA akhirnya berujung pada tewasnya Nenek Sumriyeh di Desa Plakpak, Pamekasan.

 

Wakapolres Pamekasan, Kompol Hendry Soelistiawan, menambahkan bahwa UA berhasil ditangkap di Sampang tiga hari setelah kejadian penjambretan yang menewaskan Nenek Sumriyeh. Penangkapan UA berhasil dilakukan setelah polisi melakukan pendalaman terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

 

"Dari hasil rekaman CCTV, kami berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka di Sampang," jelas Kompol Hendry.

 

Kompol Hendry juga menjelaskan bahwa UA melakukan aksinya dengan cara memepet sepeda motor korban, merampas gelang emas, dan menendang korban hingga terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

×
Berita Terbaru Update