-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Jambret Maut di Pamekasan: Polisi Amankan Terduga Pelaku, Isu Kepala Dusun Terlibat Mencuat!

Minggu, 11 Januari 2026 | 1/11/2026 04:45:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-11T09:45:27Z


Pamekasan - Teka-teki kasus penjambretan yang merenggut nyawa seorang wanita lansia di Pamekasan mulai menemui titik terang. Polres Pamekasan secara resmi mengonfirmasi telah menangkap seorang yang diduga kuat sebagai pelaku dalam kejadian tragis yang terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.

 

Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, memberikan pernyataan singkat melalui pesan WhatsApp kepada awak media, "Benar, kami telah mengamankan seorang yang diduga terlibat dalam kasus penjambretan tersebut. Namun, untuk detailnya masih dalam pengembangan."

 

Senada dengan AKP Jupriadi, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, juga enggan memberikan banyak komentar terkait penangkapan ini. Ia berjanji akan memberikan keterangan lengkap pada konferensi pers resmi yang dijadwalkan pada hari Senin. "Besok (Senin), akan kami sampaikan secara lengkap kronologi kejadian dan peran terduga pelaku," ujarnya.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan terduga pelaku dilakukan oleh tim Satreskrim Polres Pamekasan di Jalan Raya Rabiyan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Identitas terduga pelaku masih dirahasiakan oleh pihak kepolisian demi kepentingan penyidikan.

 

Namun, di tengah proses penyelidikan yang intensif, sebuah isu liar mulai beredar di masyarakat. Terduga pelaku, yang disebut-sebut berinisial UA, diduga kuat merupakan seorang aparat desa yang menjabat sebagai kepala dusun di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

 

Kabar ini tentu saja menambah kompleksitas kasus ini dan menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Jika benar terduga pelaku adalah seorang aparat desa, maka hal ini akan menjadi pukulan telak bagi citra pemerintahan desa dan kepercayaan masyarakat.

 

"Kami sangat terkejut jika benar pelaku penjambretan tersebut adalah seorang kepala dusun. Ini sangat memalukan dan mencoreng nama baik aparat desa," ujar seorang warga Desa Tlagah yang enggan disebutkan namanya.

 

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi mengenai kebenaran informasi tersebut. Namun, mereka berjanji akan mengungkap seluruh fakta terkait kasus ini pada konferensi pers hari Senin.

 

Sementara itu, Sekretaris Desa Tlagah, Sahrawi, saat dikonfirmasi terkait isu yang beredar tersebut, memberikan respon yang kurang memuaskan. "Saya masih ada acara, mas. Nanti saja ya," ucapnya singkat.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penjambretan di Dusun Beltok tersebut telah merenggut nyawa seorang wanita lansia dan menimbulkan trauma mendalam bagi keluarga

×
Berita Terbaru Update