-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Geram! Video SPBU Ketapang Sampang Viral, Diduga Utamakan Jerigen di Tengah Kelangkaan Solar!

Minggu, 11 Januari 2026 | 1/11/2026 11:50:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-11T04:50:19Z

 


Sampang, Madura - Sebuah video amatir yang merekam dugaan praktik tidak terpuji di SPBU 54.692.01 Ketapang, Kabupaten Sampang, menggemparkan jagat maya. Video tersebut, yang diunggah oleh seorang warga bernama Bejos Lintas Pantura, memperlihatkan situasi kontradiktif: plang "Solar Habis" terpampang jelas, namun di saat yang sama, petugas SPBU justru asyik melayani pengisian BBM jenis Solar ke dalam sejumlah jerigen.

 

Video berdurasi 1 menit 4 detik yang direkam pada Sabtu (10/1/2026) malam sekitar pukul 19.08 WIB itu dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu gelombang kemarahan dan kekecewaan dari warganet. Dalam rekaman tersebut, terlihat antrean panjang kendaraan, terutama mobil, yang menunggu dengan harapan mendapatkan Solar. Namun, harapan mereka pupus karena petugas SPBU terus mengulangi alasan klasik: stok Solar kosong.

 

"Ini benar-benar tidak masuk akal! Kami sebagai masyarakat umum sangat dirugikan. Kami rela antre berjam-jam, tapi selalu dibilang Solar habis. Sementara, lihat itu, jerigen-jerigen terus diisi tanpa henti!" gerutu Bejos dalam video yang kini viral tersebut.

 

Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar mengenai integritas dan transparansi pelayanan di SPBU 54.692.01 Ketapang. Masyarakat merasa dipermainkan dan dibohongi oleh pihak SPBU. Mereka mempertanyakan, jika Solar memang habis, mengapa pengisian jerigen masih bisa dilakukan? Apakah ada praktik penimbunan atau penyalahgunaan wewenang yang terjadi di SPBU tersebut?

 

Perlu diketahui, praktik pengisian BBM ke dalam jerigen di SPBU sebenarnya diatur dengan sangat ketat. Pengisian jerigen hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti untuk keperluan nelayan, petani, atau kebutuhan darurat lainnya, dan harus dilengkapi dengan surat rekomendasi resmi dari instansi terkait, seperti pemerintah desa atau kepolisian.

 

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah pengisian jerigen yang terekam dalam video tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku. Pihak SPBU 54.692.01 Ketapang juga belum memberikan klarifikasi resmi mengenai kejadian yang telah mencoreng nama baik mereka.

 

Menanggapi viralnya video tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis di Sampang mendesak Pertamina untuk segera turun tangan dan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh SPBU 54.692.01 Ketapang.

 

"Kami meminta Pertamina untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas terhadap SPBU yang terbukti melakukan praktik curang. Ini bukan hanya soal pelanggaran aturan, tetapi juga soal keadilan dan hak masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan harga yang wajar dan pelayanan yang jujur," tegas Abdullah, seorang aktivis di Sampang.

 

Publik

×
Berita Terbaru Update