Lamongan, Liputan12.com – Sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kali ini, kedua institusi tersebut bersinergi mengawal pelaksanaan penjaringan dan penyaringan calon perangkat Desa Lukrejo, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Kamis (5/11/2026).
Pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian tahapan seleksi berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kehadiran personel TNI-Polri di tengah kegiatan juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga kepercayaan publik terhadap proses pengisian jabatan perangkat desa.
Kapolsek Kalitengah, AKP Heri Prasetyo Wibowo, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan seleksi merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada panitia penyelenggara, para peserta, maupun masyarakat yang mengikuti perkembangan proses tersebut.
Menurutnya, setiap tahapan seleksi harus berlangsung tanpa gangguan keamanan, intimidasi, maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial.
"Kehadiran anggota Polsek Kalitengah di setiap tahapan seleksi calon perangkat desa ini merupakan prioritas kami. Kami ingin memastikan seluruh proses, mulai dari registrasi, ujian tertulis hingga pengumuman hasil, berjalan aman dan tertib serta terbebas dari potensi gangguan kamtibmas," ujar AKP Heri Prasetyo Wibowo.
Ia menambahkan, stabilitas keamanan di tingkat desa merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan pelayanan masyarakat yang optimal.
TNI-Polri Tegaskan Komitmen Netralitas
Senada dengan kepolisian, Danramil 0812/21 Kalitengah, Kapten Infanteri Rudi Hartono, menegaskan bahwa sinergi TNI dan Polri merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan serta mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan hingga tingkat desa.
Ia menyebutkan, proses seleksi perangkat desa harus menjadi momentum untuk mendapatkan aparatur pemerintahan yang memiliki kompetensi, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah masyarakat.
"Kami di jajaran Koramil 0812/21 Kalitengah bersama Polsek selalu siap bahu-membahu mengawal jalannya pemerintahan hingga tingkat desa. Seleksi perangkat desa ini merupakan momentum penting untuk melahirkan aparatur desa yang berkualitas, bersih, dan profesional. Karena itu, pengawalan diperlukan agar masyarakat merasa tenang dan percaya terhadap proses yang berjalan," ungkap Kapten Inf. Rudi Hartono.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban selama proses seleksi harus menjadi perhatian bersama agar seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan nyaman tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Seleksi Perangkat Desa Menentukan Kualitas Pelayanan Publik
Pengisian jabatan perangkat desa bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian penting dalam menentukan arah penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.
Perangkat desa memiliki tanggung jawab strategis dalam membantu kepala desa menjalankan roda pemerintahan, melaksanakan pembangunan, mengelola administrasi, serta memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, proses penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa harus mengedepankan prinsip objektivitas, keterbukaan, profesionalitas, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengawalan TNI-Polri diharapkan mampu menciptakan suasana yang mendukung pelaksanaan seleksi secara tertib. Namun, aspek transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi tanggung jawab panitia serta pihak penyelenggara sesuai kewenangannya.
Cegah Potensi Gesekan, Kedepankan Pendekatan Humanis
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengisian jabatan perangkat desa terkadang menghadirkan dinamika tersendiri. Perbedaan dukungan terhadap calon tertentu berpotensi memunculkan ketegangan apabila tidak disikapi secara bijaksana.
Dalam situasi tersebut, kehadiran aparat keamanan memiliki peran penting sebagai penyejuk suasana atau cooling system.
Melalui pendekatan humanis, komunikasi persuasif, serta koordinasi dengan unsur pemerintahan desa dan masyarakat, TNI-Polri berupaya menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Masyarakat juga diharapkan dapat menghormati mekanisme seleksi, menerima hasil sesuai ketentuan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Sinergi Tiga Pilar untuk Desa yang Lebih Profesional
Pengawalan seleksi calon perangkat Desa Lukrejo menjadi gambaran pentingnya koordinasi antara unsur pemerintahan desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga stabilitas wilayah.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya terwujud saat kegiatan seleksi berlangsung, tetapi juga terus berlanjut dalam mendukung pembangunan, keamanan, dan pelayanan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pengisian perangkat desa tidak hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan ujian, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan aparatur yang benar-benar kompeten, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Dengan terjaganya keamanan serta terlaksananya seleksi sesuai aturan, masyarakat Desa Lukrejo diharapkan dapat menyongsong pemerintahan desa yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
(Ther/Redaksi)

