Pekanbaru, Liputan12.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif di bidang pertanian. Salah satu hasilnya terlihat dari keberhasilan warga binaan melaksanakan panen timun di area pertanian lingkungan lapas, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan lahan yang tersedia, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan pembentukan karakter warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Panen timun ini melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dengan dukungan petugas Lapas Narkotika Rumbai. Mereka terlibat langsung dalam proses perawatan tanaman hingga pemanenan hasil pertanian.
Melalui praktik tersebut, warga binaan memperoleh pengalaman dalam mengelola kegiatan pertanian secara langsung. Proses ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, ketekunan, dan kemandirian.
Program pertanian di lingkungan lapas diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan menjadi modal positif untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Ismadi, memberikan arahan agar program pembinaan kemandirian terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia serta mendorong warga binaan agar mengikuti setiap kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Menurut arah kebijakan pembinaan tersebut, kegiatan pertanian tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membangun sikap positif dan meningkatkan kemampuan warga binaan.
Keberhasilan panen timun ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan lapas. Dengan pendampingan petugas dan partisipasi aktif warga binaan, program pembinaan kemandirian diharapkan semakin memberikan manfaat nyata.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan pemasyarakatan yang mengedepankan pembinaan, pengembangan keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan pertanian yang berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berupaya menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri, membangun kebiasaan produktif, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Editor: Alfitria


