- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

TMMD ke-130 di Ciemas Capai 85 Persen, Tim Wasev Itjenad Apresiasi Kinerja Kodim 0622

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10/25/2026 02:20:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-25T07:20:46Z
Tim Wasev Itjenad yang dipimpin Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono melakukan peninjauan dan evaluasi pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.


Liputan12.com | Sukabumi | Penulis: Ajid


Sukabumi, Liputan12.com — Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Sabtu (24/10/2026), capaian sasaran fisik program tersebut dilaporkan telah mencapai 85 persen.


Capaian itu terungkap dalam kunjungan kerja Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad) yang dipimpin Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan sekaligus mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan program dengan perencanaan yang telah ditetapkan.


Kedatangan Tim Wasev disambut langsung oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130 yang juga menjabat sebagai Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., di Posko TMMD Kampung Cikole sekitar pukul 09.57 WIB.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Persit KCK Cabang XLV, Kasiter Korem 061/SK Kolonel Inf Anjar Ari Wibowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciemas. Sekitar 500 warga disebut turut menyaksikan kegiatan tersebut.


Pengaspalan Jalan Cikole–Bojonggadog Capai 80 Persen


Dalam paparannya, Letkol Inf Agung Ariwibowo menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-130 diawali dengan kegiatan Pra-TMMD pada 20 September hingga 11 Oktober 2026. Program tersebut kemudian resmi dibuka pada 13 Oktober 2026.


Salah satu sasaran fisik utama adalah pengaspalan jalan penghubung Kampung Cikole–Bojonggadog sepanjang 2.200 meter dengan lebar 2,5 meter. Berdasarkan paparan yang disampaikan, pengerjaan jalan tersebut telah mencapai 80 persen.


Pembangunan akses jalan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas warga, termasuk mempermudah pengangkutan hasil pertanian. Infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi di wilayah pedesaan.


Selain pengaspalan jalan, program TMMD ke-130 juga menyasar pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.


Untuk penyediaan air bersih, terdapat lima titik sumur bor yang dikerjakan. Satu titik dilaporkan telah mencapai progres 100 persen dan sudah mengalirkan air, sedangkan empat titik lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan progres masing-masing dilaporkan berada pada angka 40 persen.


Pada sektor sanitasi, pembangunan tiga unit mandi, cuci, kakus (MCK) telah mencapai progres 70 persen. Sementara itu, pembangunan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dilaporkan mencapai 80 persen.


Adapun rehabilitasi jembatan dan program ketahanan pangan pada lahan seluas satu hektare telah mencapai progres 100 persen. Rehabilitasi posyandu dan sarana ibadah juga menjadi bagian dari sasaran fisik yang dilaksanakan dalam program tersebut.


Berbagai pekerjaan itu menunjukkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan, tetapi juga mencakup fasilitas pelayanan masyarakat, sanitasi, hunian, dan kebutuhan pendukung lainnya.


Tim Wasev Tekankan Kualitas Pembangunan


Dalam kunjungan tersebut, Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan TMMD.


Menurutnya, TMMD merupakan program lintas sektoral yang strategis untuk mendukung percepatan pembangunan, khususnya di wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar.


“TMMD bukan hanya soal bangun fisik, tapi bagaimana pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan berkelanjutan,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan mengutamakan kualitas. Koordinasi antarpihak juga perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai perencanaan.


“Laksanakan sesuai ketentuan, tingkatkan koordinasi, optimalkan kegiatan nonfisik. Setiap temuan Wasev jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan,” tegasnya.


Arahan tersebut menekankan pentingnya pengawasan terhadap setiap tahapan pekerjaan. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya berfungsi untuk mencatat perkembangan program, tetapi juga menjadi bahan perbaikan terhadap pekerjaan yang masih berlangsung.


Peninjauan Langsung ke Sejumlah Sasaran


Setelah menerima paparan di Posko TMMD, Tim Wasev melanjutkan kegiatan dengan meninjau sejumlah lokasi pembangunan.


Beberapa titik yang dikunjungi meliputi posyandu di Kampung Sukadamai, sumur bor di Kampung Cikiara dan Sukasirna, rehabilitasi masjid, pengaspalan jalan Cikole–Bojonggadog, serta program Rutilahu milik warga bernama Herlan.


Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan dan memastikan pelaksanaannya sesuai dengan perencanaan. Pemeriksaan langsung juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap sasaran yang telah selesai maupun yang masih dalam proses pengerjaan.


Melalui kegiatan ini, perkembangan setiap sasaran dapat menjadi bahan penilaian untuk mengetahui pekerjaan yang perlu dituntaskan serta memastikan kualitas hasil pembangunan tetap menjadi perhatian.


Kegiatan Nonfisik Capai 50 Persen


Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga mencakup kegiatan nonfisik yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat.


Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan agama, kesehatan, pertanian, peternakan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wawasan kebangsaan. Berdasarkan paparan Dansatgas, progres kegiatan nonfisik secara keseluruhan telah mencapai 50 persen.


Kegiatan nonfisik menjadi pelengkap pembangunan infrastruktur karena turut memberikan ruang bagi peningkatan pemahaman masyarakat di berbagai bidang. Pelaksanaannya juga diharapkan dapat memperkuat keterlibatan warga dalam mendukung pembangunan di lingkungannya.


Dengan kombinasi kegiatan fisik dan nonfisik, TMMD diarahkan tidak hanya menghasilkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas dan partisipasi warga.


Didukung Anggaran APBD Rp1 Miliar dan TNI AD Rp338,3 Juta


Pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya didukung anggaran hibah APBD Kabupaten Sukabumi sebesar Rp1 miliar serta anggaran TNI AD sebesar Rp338,3 juta.


Dukungan anggaran tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik yang telah direncanakan. Pengawasan dan evaluasi diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan kualitas serta manfaat bagi masyarakat.


Dengan capaian sasaran fisik yang dilaporkan mencapai 85 persen, sejumlah pekerjaan masih harus dituntaskan, termasuk pengaspalan jalan, penyelesaian sumur bor, pembangunan MCK, dan perbaikan rumah warga.


Karena itu, arahan Tim Wasev mengenai ketepatan pelaksanaan, koordinasi, dan kualitas menjadi perhatian penting dalam proses penyelesaian sasaran TMMD.


Perkuat Gotong Royong dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat


Pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya menjadi salah satu bentuk kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, unsur terkait, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.


Pembangunan jalan, penyediaan air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni, serta rehabilitasi fasilitas umum merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan penyuluhan diharapkan dapat mendukung peningkatan pengetahuan dan partisipasi warga.


Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau jumlah fasilitas yang diperbaiki, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan keberlanjutan hasil pembangunan tersebut.


Dengan demikian, capaian progres fisik 85 persen menjadi gambaran perkembangan TMMD ke-130 hingga Sabtu (24/10/2026), berdasarkan paparan dalam kegiatan pengawasan dan evaluasi. Penyelesaian seluruh sasaran tetap menjadi perhatian agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.


Kegiatan pengawasan dan evaluasi tersebut dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan lancar.



Penulis: Ajid

LIPUTAN12.COM — Aktual, Tepat dan Terpercaya

×
Berita Terbaru Update