- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Bangkinang Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Rabu, 28 Oktober 2026 | 10/28/2026 04:15:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-28T09:15:33Z
Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026). Kegiatan diikuti petugas lapas, peserta magang Kemnaker, serta perwakilan warga binaan untuk memperkuat semangat persatuan dan pengabdian kepada bangsa. 


Bangkinang, Liputan12.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.


Upacara tersebut dipimpin oleh Janico Alwendi, dengan Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan diikuti oleh jajaran petugas lapas, peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), serta perwakilan warga binaan.


Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.” Dalam kesempatan tersebut, Alexander Lisman Putra membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga dan melanjutkan semangat perjuangan pemuda sebagai fondasi persatuan bangsa.


Semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, persatuan merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan dan mendorong kemajuan Indonesia.


Nilai patriotisme, kegigihan, dan empati menjadi pesan utama dalam peringatan tahun ini. Patriotisme diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air dan kontribusi nyata bagi bangsa. Kegigihan tercermin dalam kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, serta memberikan kemampuan terbaik. Sementara itu, empati menjadi landasan untuk membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menjaga persaudaraan di tengah masyarakat.


Sejalan dengan pesan tersebut, Alexander mengajak seluruh peserta upacara untuk menjadikan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari. Semangat kebangsaan, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.


Kepada peserta magang Kemnaker, ia berpesan agar terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta membangun integritas sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan masa depan. Kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengalaman diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri agar mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.


Sementara itu, kepada jajaran petugas Lapas Kelas IIA Bangkinang, semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya memberikan pengabdian terbaik dengan menjunjung profesionalisme dan tanggung jawab. Pelaksanaan tugas pemasyarakatan membutuhkan komitmen, integritas, serta kepedulian agar setiap tanggung jawab dapat dijalankan dengan baik.


Pesan persatuan dan semangat perubahan juga ditujukan kepada warga binaan. Mereka didorong untuk terus mengembangkan diri, mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta menumbuhkan optimisme dalam mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali bahwa semangat kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi masing-masing.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan pengabdian sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan serta pembinaan yang berorientasi pada perubahan positif.


Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi terus hidup dalam perilaku sehari-hari melalui patriotisme dalam pengabdian, kegigihan dalam berkarya, dan empati dalam kebersamaan.


Patriotik dalam pengabdian, gigih dalam berkarya, dan berempati dalam kebersamaan. Bersama, kita kuatkan persatuan untuk Indonesia yang lebih maju.



Sumber: Info-PAS Bangkinang

Editor: Alfitria

×
Berita Terbaru Update