Sampang, Liputan12.com — Bursa politik Jawa Timur menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029 mulai menunjukkan sejumlah nama yang berpotensi diperbincangkan publik. Salah satunya Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi atau Abah Idi, yang kini mulai didorong komunitas kepemudaan Millenials Freedom untuk naik dari panggung politik kabupaten ke level Provinsi Jawa Timur.
Ketua Dewan Pembina Millenials Freedom, Hurry Rauf, menyebut Abah Idi memiliki pengalaman pemerintahan sekaligus jejaring sosial yang dinilai dapat menjadi modal untuk memasuki kontestasi politik Jawa Timur.
Dorongan tersebut bukan sekadar pembicaraan informal. Millenials Freedom mengaku mulai membangun komunikasi dan memperkenalkan sosok serta rekam jejak Abah Idi kepada masyarakat melalui berbagai jejaring, termasuk ruang digital.
“Modal” Madura Tembus Tiga Juta Pemilih
Salah satu argumentasi yang diangkat Millenials Freedom adalah besarnya populasi pemilih di Pulau Madura.
Jika menggunakan angka DPT Pilkada 2024 yang disebutkan dalam berbagai sumber, empat kabupaten di Madura memiliki basis pemilih yang sangat besar. Bangkalan, misalnya, menetapkan DPT sebanyak 764.886 pemilih, sedangkan Pamekasan menetapkan 666.048 pemilih.
Sementara itu, angka DPT yang diajukan Millenials Freedom untuk Sumenep, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan jika dijumlahkan berada di kisaran 3 juta pemilih.
Namun, angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai potensi basis pemilih, bukan tiga juta suara yang otomatis menjadi dukungan Abah Idi.
Artinya, jika wacana pencalonan tersebut benar-benar berkembang, tantangan politiknya bukan hanya menghitung besarnya DPT Madura, tetapi bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi dukungan elektoral nyata.
Apalagi, masyarakat Madura tidak hanya tinggal di empat kabupaten di Pulau Madura. Komunitas Madura juga tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk kawasan perkotaan dan daerah lain yang secara politik memiliki karakteristik berbeda.
Rekam Jejak Sampang Jadi Modal Narasi
Millenials Freedom juga menyoroti sejumlah capaian pemerintahan Abah Idi di Kabupaten Sampang.
Salah satu yang paling menonjol adalah capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. Pemkab Sampang pada 2026 diberitakan kembali mempertahankan WTP sehingga menjadi delapan kali berturut-turut.
Di bidang pembangunan sumber daya manusia, Pemkab Sampang juga menjalankan program Beasiswa Sampang Bermartabat (Sahabat). Hingga September 2026, program tersebut telah mencatat 347 penerima, terdiri dari 149 mahasiswa aktif dan 198 alumnus.
Capaian-capaian tersebut menjadi bagian dari materi yang dapat digunakan untuk membangun narasi mengenai kepemimpinan Abah Idi apabila wacana menuju Pilgub Jatim 2029 terus berkembang.
Dari Pulau Madura ke Panggung Jawa Timur
Namun, politik Jawa Timur memiliki bentang wilayah yang jauh lebih luas dibandingkan Madura.
Basis pemilih Madura merupakan salah satu unsur penting, tetapi kontestasi tingkat provinsi juga mencakup berbagai kawasan dengan karakter sosial-politik berbeda, mulai dari Surabaya Raya, kawasan Arek, Mataraman, Tapal Kuda hingga wilayah Pantura.
Karena itu, jika wacana tersebut berkembang menjadi pencalonan nyata, salah satu isu strategis yang akan muncul adalah bagaimana membangun komunikasi politik lintas wilayah.
Termasuk kemungkinan terbentuknya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan basis dukungan yang berbeda secara geografis.
Masih Sebatas Dorongan, Belum Deklarasi
Untuk saat ini, nama Abah Idi masih berada dalam tahap dorongan dan wacana dari Millenials Freedom.
Belum ada pernyataan resmi dari Slamet Junaidi yang menyatakan dirinya akan maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur pada 2029.
Dengan demikian, pembicaraan mengenai “modal tiga juta suara Madura” perlu ditempatkan sebagai kalkulasi politik komunitas, bukan sebagai angka dukungan yang sudah terkonfirmasi.
Meski demikian, munculnya dorongan tersebut menunjukkan bahwa nama Abah Idi mulai dibawa ke ruang diskusi politik yang lebih luas.
Pertanyaan berikutnya bukan hanya apakah Abah Idi akan maju atau tidak, tetapi bagaimana dinamika politik Jawa Timur dalam tiga tahun ke depan akan berkembang dan siapa saja figur yang akhirnya muncul dalam bursa Pilgub Jatim 2029.
Untuk sementara, mesin wacana sudah mulai dipanaskan dari Madura.
Penulis : Saladin

