Bajawa, Liputan12.com – Di tengah proses pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi, JPIC OFM Indonesia kembali hadir membawa bantuan kebutuhan pokok. Kali ini, ratusan paket sembako disalurkan kepada warga di dua wilayah pelayanan, yakni Paroki Laja dan Paroki Jerebu'u.
Penyaluran bantuan yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan JPIC OFM selama masa tanggap darurat bencana.
Sebanyak 202 paket sembako disalurkan kepada masyarakat di Paroki Laja, sementara 711 paket lainnya diberikan kepada masyarakat terdampak di Paroki Jerebu'u.
Koordinator Lapangan Posko Kurubhoko, Kristianus Poling, saat dikonfirmasi Liputan12.com mengatakan, berdasarkan informasi dari Pater Kristoforus Tara, OFM, distribusi bantuan di kedua paroki tersebut sekaligus menjadi kloter terakhir dalam fase tanggap darurat.
Artinya, setelah kebutuhan bantuan darurat masyarakat dipenuhi melalui rangkaian distribusi tersebut, JPIC OFM mulai mengarahkan perhatian pada tahapan berikutnya, yakni proses pemulihan dan rekonstruksi.
"Distribusi sembako untuk masyarakat yang terdampak pascagempa di Paroki Laja dan Paroki Jerebu'u sekaligus menjadi kloter terakhir dari masa tanggap darurat," demikian keterangan yang disampaikan berdasarkan informasi Pater Kristoforus Tara, OFM.
Namun, berakhirnya masa distribusi sembako bukan berarti berakhir pula kehadiran JPIC OFM di tengah masyarakat terdampak.
Memasuki tahapan rekonstruksi, JPIC OFM berencana melanjutkan pendampingan dengan membangun hunian sementara (huntara) bagi para penyintas gempa bumi. Perhatian tersebut secara khusus diarahkan kepada masyarakat terdampak, terutama di kawasan pantai utara Manggarai Timur.
Tahapan ini menjadi penting karena kebutuhan para penyintas tidak berhenti pada bantuan pangan. Setelah masa tanggap darurat berlalu, masyarakat juga membutuhkan dukungan untuk kembali membangun kehidupan, termasuk tempat tinggal bagi mereka yang terdampak bencana.
JPIC OFM menyatakan komitmennya untuk tetap mendampingi masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu para penyintas secara bertahap kembali menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.
"JPIC OFM akan terus mendampingi para penyintas gempa bumi sampai keadaan benar-benar pulih sehingga masyarakat boleh kembali melakukan aktivitas hidup mereka seperti sedia kala," tutur RP. Kristoforus Tara, OFM.
Dengan demikian, penyaluran 913 paket sembako di Paroki Laja dan Paroki Jerebu'u menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan bantuan darurat sekaligus membuka langkah baru menuju proses pemulihan yang lebih panjang.
Dari bantuan kebutuhan pokok menuju penyediaan hunian sementara, JPIC OFM menegaskan bahwa perhatian terhadap para penyintas tetap berlanjut hingga proses pemulihan masyarakat berjalan secara bertahap.
Reporter: Yohanes Sinding
Editor: Tim Liputan12.com



