- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

JEJAK SUMBER AIR LOSARI: Dari Cerita Sesepuh Menjadi Oase Kehidupan bagi Dua Dusun

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10/24/2026 08:12:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-24T13:14:00Z


Subarno berada di kawasan Dusun Gunung, Desa Banjarejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Ia menyampaikan kisah mengenai sumber air Losari yang menurut penuturannya ditemukan melalui upaya pengeboran berdasarkan cerita para sesepuh.


Lamongan | Liputan12.com - Di tengah hamparan vegetasi dan kawasan permukiman pedesaan di Dusun Gunung, Desa Banjarejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, terdapat kisah tentang perjuangan masyarakat menemukan dan memanfaatkan sumber air yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan warga. Sumber air Losari menyimpan cerita mengenai kearifan lokal, keberanian mengambil keputusan, serta semangat gotong royong untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


Kisah tersebut berawal dari cerita lisan para sesepuh yang diwariskan secara turun-temurun. Mereka menyebut adanya sumber air berkapasitas besar di kawasan Dusun Gunung. Cerita itu kemudian menjadi salah satu petunjuk yang mendorong upaya penelusuran sumber air ketika masyarakat menghadapi kebutuhan akan akses air bersih.


Dalam kisah yang disampaikan, Subarno, yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Banjarejo, memiliki peran dalam mendorong upaya pengeboran untuk membuktikan keberadaan sumber air tersebut. Berangkat dari cerita para sesepuh dan kebutuhan masyarakat, upaya itu dilakukan dengan harapan dapat menghadirkan pasokan air yang lebih memadai bagi warga.


Menelusuri Petunjuk dari Para Sesepuh


Bagi masyarakat desa, cerita para sesepuh tidak selalu berhenti sebagai bagian dari ingatan masa lalu. Dalam kisah sumber air Losari, pengetahuan yang diwariskan secara lisan menjadi salah satu pertimbangan untuk mencari solusi atas persoalan kebutuhan air.


Menurut penuturan mengenai sejarah tersebut, Subarno mendengarkan cerita tentang keberadaan sumber air besar yang diyakini berada di dalam tanah kawasan Dusun Gunung. Informasi yang diwariskan secara turun-temurun itu kemudian mendorong dilakukannya pengeboran di lokasi yang disebut berdasarkan petunjuk para sesepuh.


Proses pengeboran menjadi langkah penting dalam upaya membuktikan keberadaan sumber air yang selama ini diceritakan masyarakat. Upaya tersebut pada akhirnya disebut berhasil menemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga.


Kisah ini memperlihatkan bagaimana ingatan kolektif masyarakat dapat menjadi titik awal sebuah ikhtiar pembangunan. Namun, keberhasilan pemanfaatannya tetap berkaitan dengan langkah teknis, pembangunan sarana penampungan, serta pengelolaan distribusi air agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


Tandon Air untuk Menunjang Kebutuhan Warga


Setelah sumber air ditemukan, pekerjaan tidak berhenti pada pengeboran. Masyarakat bersama pihak-pihak yang terlibat kemudian berupaya membangun tandon berukuran besar sebagai tempat penampungan air dari sumur sebelum dialirkan menuju rumah-rumah warga.


Subarno menjelaskan bahwa pembangunan tandon dilakukan agar air yang dipompa dari sumur dapat ditampung terlebih dahulu, kemudian disalurkan kepada masyarakat.


“Setelah dinyatakan ada sumber besar, kami berupaya bersama masyarakat membuat tandon besar agar air dari pompa yang berada di sumur bisa ditampung di tandon dan mengalir ke rumah warga,” kata Subarno.


Keterangan tersebut menggambarkan bahwa pemanfaatan sumber air membutuhkan dukungan infrastruktur. Sumur dan pompa berfungsi mengambil air, sedangkan tandon menjadi bagian dari sistem penampungan sebelum air didistribusikan ke rumah warga.


Menurut materi yang disampaikan, sumber air Losari dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di dua dusun. Keberadaan aliran air tersebut menjadi bagian dari upaya warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk keperluan rumah tangga dan sanitasi.


Bagi masyarakat yang membutuhkan akses air bersih, ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan merupakan hal mendasar. Karena itu, keberadaan sarana penampungan dan jaringan penyaluran menjadi unsur penting agar manfaat sumber air dapat terus dirasakan.


Meski demikian, besaran debit air, jumlah rumah tangga penerima manfaat, serta kondisi terkini jaringan distribusi memerlukan data pendukung apabila hendak dijelaskan secara terperinci.


Gotong Royong Menjadi Bagian dari Sejarah


Kisah sumber air Losari tidak hanya berkaitan dengan keberadaan air di bawah permukaan tanah. Ada pula cerita mengenai keterlibatan masyarakat dalam membangun sarana yang diperlukan agar air dapat dimanfaatkan bersama.


Upaya pembangunan tandon sebagaimana diceritakan Subarno menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam menghadirkan fasilitas yang dibutuhkan warga. Infrastruktur air tidak cukup hanya dengan menemukan sumbernya, tetapi juga membutuhkan sarana penampungan dan penyaluran yang sesuai.


Dalam konteks pembangunan desa, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan dasar masyarakat memerlukan perencanaan, partisipasi warga, dan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.


Keberadaan sumber air juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Kawasan resapan, kebersihan lokasi sumur, kondisi pompa, serta pemeliharaan tandon dan jaringan distribusi merupakan aspek yang perlu diperhatikan agar pemanfaatan air tetap berlangsung dengan baik.


Wayang Kulit, Tradisi yang Terus Dihidupkan


Selain memiliki cerita mengenai sumber air, lokasi tersebut juga disebut menjadi tempat penyelenggaraan tradisi tahunan masyarakat Dusun Gunung. Menurut Subarno, setiap tahun warga menghadirkan pertunjukan wayang kulit sebagai bagian dari adat istiadat dusun.


Tradisi itu menjadi bagian lain dari kisah masyarakat setempat. Jika sumber air berkaitan dengan kebutuhan hidup sehari-hari, penyelenggaraan wayang kulit mencerminkan upaya masyarakat menjaga kegiatan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Kehadiran pertunjukan wayang kulit dalam agenda tahunan menunjukkan bahwa pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat desa tidak hanya berkaitan dengan sarana fisik. Tradisi, kebersamaan, serta ruang pertemuan warga juga memiliki tempat dalam kehidupan bermasyarakat.


Keterangan mengenai pelaksanaan tahunan tersebut bersumber dari penuturan Subarno. Adapun rincian waktu penyelenggaraan, rangkaian acara, dan pihak penyelenggara dapat dilengkapi melalui konfirmasi lebih lanjut kepada masyarakat atau tokoh setempat.


Menjaga Sumber Air dan Merawat Warisan Desa


Kisah sumber air Losari di Dusun Gunung, Desa Banjarejo, menjadi cerita mengenai pertemuan antara pengetahuan lokal, upaya pembangunan, dan keterlibatan masyarakat. Cerita para sesepuh mendorong pencarian sumber air, pengeboran menjadi langkah untuk membuktikannya, sedangkan pembangunan tandon membantu menyiapkan sarana penampungan sebelum air disalurkan kepada warga.


Menurut keterangan yang disampaikan, sumber air tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua dusun. Sementara itu, tradisi pertunjukan wayang kulit tahunan tetap menjadi bagian dari adat istiadat yang disebut masih dijalankan masyarakat setempat.


Kisah ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas air yang telah dibangun. Pemeliharaan sumur, pompa, tandon, dan jaringan distribusi perlu menjadi perhatian bersama agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.


Di sisi lain, sejarah lisan para sesepuh juga layak didokumentasikan sebagai bagian dari ingatan kolektif desa. Dengan pencatatan yang baik, generasi berikutnya dapat mengenal perjalanan masyarakat dalam mencari solusi atas kebutuhan air sekaligus memahami tradisi yang menyertai kehidupan mereka.


Pada akhirnya, sumber air Losari bukan sekadar cerita mengenai ditemukannya air di dalam tanah. Berdasarkan penuturan Subarno, kisah tersebut juga berkaitan dengan upaya masyarakat membangun sarana penampungan, menyalurkan air ke rumah warga, dan menjaga tradisi wayang kulit tahunan. Sebuah cerita lokal yang mempertemukan kebutuhan hidup, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan para pendahulu.



Ther

Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update