- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gelora Baskara Edisi Perdana 2026, OSIS SMK Plus Almaarif Singosari dan Lesbumi Kabupaten Malang Satukan Literasi, Pendidikan, Budaya, dan Keagamaan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 10/29/2026 09:57:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-29T02:57:22Z
Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari bersama Gus Fathul dalam sesi penyerahan atau dokumentasi piagam penghargaan pada rangkaian kegiatan Gelora Baskara Edisi Perdana 2026 di Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (28/10/2026).


Singosari, Malang, Liputan12.com — OSIS SMK Plus Almaarif Singosari berkolaborasi dengan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Malang menggelar kegiatan Gelora Baskara Edisi Perdana 2026 di Hall Pesantren Teknologi Almaarif Singosari, Rabu (28/10/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menumbuhkan Literasi, Menerangi Masa Depan” tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan, literasi, kebudayaan, dan keagamaan. Penyelenggaraannya juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.


Acara resmi dibuka oleh KH. Anas Noor, Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, mulai pukul 09.00 WIB. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berupaya mendorong tumbuhnya minat baca, memperkuat karakter generasi muda, serta mengenalkan kembali kekayaan tradisi dan kebudayaan Nusantara kepada kalangan pelajar.




Bedah Buku dan Dialog Budaya


Rangkaian Gelora Baskara Edisi Perdana 2026 menghadirkan dua agenda utama yang menggabungkan wawasan literasi dengan pelestarian budaya.


Agenda pertama berupa bedah buku Panyirep Gemuruh, karya Mbah Wahab Hasbullah, dengan menghadirkan Gus Fathul sebagai narasumber sekaligus penulis. Sesi ini menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk menelaah pemikiran, nilai religiusitas, serta kearifan lokal yang terkandung dalam karya tersebut.


Melalui forum bedah buku, peserta diharapkan memperoleh pengalaman literasi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan membaca, tetapi juga mendorong kemampuan memahami, mendiskusikan, dan menggali nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat.


Agenda kedua berupa pameran dan dialog budaya bertema “Pamor Keris Tambak Beras” dengan menghadirkan Empu Fanani, seniman keris asal Singosari.


Dalam sesi tersebut, pembahasan diarahkan pada filosofi, nilai estetika, serta upaya pelestarian keris sebagai salah satu warisan budaya Nusantara. Kehadiran praktisi keris diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga pengetahuan, keterampilan, dan tradisi budaya agar tetap dikenal lintas generasi.


Memperkuat Karakter Pelajar melalui Budaya


Kolaborasi antara OSIS SMK Plus Almaarif Singosari dan Lesbumi Kabupaten Malang menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan pendidikan yang tidak terbatas pada pembelajaran formal di ruang kelas.


Dalam materi penyelenggara, kegiatan ini diposisikan sebagai sarana penguatan karakter siswa melalui pendekatan literasi, kebudayaan, dan keagamaan. Pendidikan dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengenalan identitas serta nilai-nilai budaya bangsa.


Pendekatan tersebut juga relevan bagi peserta didik di bidang Teknologi dan Rekayasa. Selain memperoleh bekal keterampilan vokasi dan kemampuan digital, pelajar diharapkan tetap memiliki kepedulian terhadap tradisi, kesenian, dan kekayaan intelektual masyarakat Indonesia.


Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat berjalan seiring dengan pelestarian kebudayaan dan pembentukan karakter generasi muda.


Dihadiri Pelajar di Lingkungan Yayasan Pendidikan Almaarif


Kegiatan Gelora Baskara Edisi Perdana 2026 diikuti perwakilan siswa-siswi dari sejumlah lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, yakni SMK Plus Almaarif Singosari, SMA Islam Almaarif Singosari, dan Madrasah Aliyah Almaarif.


Kehadiran para pelajar tersebut memperluas ruang interaksi dan pertukaran gagasan mengenai literasi, pendidikan, seni, serta kebudayaan. Forum semacam ini juga dapat menjadi sarana bagi peserta untuk mengenal beragam perspektif di luar materi pembelajaran sehari-hari.


Penyelenggara berharap Gelora Baskara dapat berkembang menjadi agenda berkala yang menghadirkan ruang diskusi, apresiasi budaya, dan pengembangan wawasan bagi kalangan pelajar di Kabupaten Malang dan sekitarnya.


Melalui semangat “Merawat Tradisi, Menumbuhkan Literasi, Menerangi Masa Depan”, Gelora Baskara Edisi Perdana 2026 membawa pesan bahwa literasi dan kebudayaan memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, serta mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan akar identitas bangsa.



Penulis: Regi81

Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update