- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Badai Terjang Kecamatan Kedungdung Sampang, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Warga Dilaporkan Rusak

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10/31/2026 09:31:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-31T14:31:00Z
Kondisi permukiman warga di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, saat hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah tersebut.


Sampang, Liputan12.com – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba tersebut membuat warga setempat panik setelah sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan atap rumah warga mengalami kerusakan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi cuaca sebelumnya berubah cukup drastis. Langit mendadak gelap, kemudian hujan deras mengguyur kawasan tersebut dengan intensitas tinggi, disertai hembusan angin kencang.


Kencangnya terpaan angin dilaporkan menyebabkan sejumlah bagian atap rumah warga terlepas dan beterbangan. Situasi tersebut membuat masyarakat berupaya menyelamatkan diri serta mengamankan barang-barang di sekitar rumah masing-masing.




Tidak hanya berdampak pada bangunan rumah, angin kencang juga dilaporkan merobohkan sejumlah pohon di kawasan permukiman. Material pohon yang tumbang berpotensi mengganggu akses jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Dalam dokumentasi visual yang diterima redaksi, terlihat kondisi lingkungan permukiman diguyur hujan deras dengan jarak pandang terbatas. Sejumlah pepohonan tampak bergoyang diterpa angin kencang, sementara kondisi halaman rumah terlihat basah dan dipenuhi material yang berserakan.


Warga di sekitar lokasi diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan pohon tumbang susulan, kerusakan bangunan, serta bahaya kabel listrik yang mungkin terdampak.


Masyarakat juga diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun berada di dekat bangunan yang mengalami kerusakan ketika angin kencang terjadi.


Hingga informasi ini disusun, jumlah pasti pohon tumbang, rumah yang mengalami kerusakan, serta kemungkinan adanya korban jiwa maupun luka-luka masih memerlukan pendataan dan konfirmasi dari pihak berwenang.


Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan cuaca ekstrem. Koordinasi antara warga, pemerintah desa, BPBD, dan instansi terkait diperlukan untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.



Reporter: Saladin

LIPUTAN12.COM

×
Berita Terbaru Update