- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Huntap Polri Presisi Capai 96 Persen, Harapan Korban Banjir Aceh Tamiang Segera Pulang

Rabu, 23 September 2026 | 9/23/2026 01:02:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T06:02:42Z
Harapan 250 kepala keluarga korban banjir di Aceh Tamiang untuk kembali pulang semakin dekat. Hunian Tetap (Huntap) Polri Presisi di Simpang Kanan, Kejuruan Muda, kini progresnya telah mencapai 96 persen dan ditargetkan dihuni awal 2027.


Aceh Tamiang, Liputan12.com — Setelah hampir setahun bergulat dengan dampak banjir, harapan masyarakat terdampak di Aceh Tamiang untuk kembali memiliki rumah permanen kini semakin dekat.


Di Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, deretan bangunan Hunian Tetap (Huntap) Polri Presisi mulai menunjukkan bentuk akhirnya. Sebanyak 250 unit huntap tahap pertama kini telah mencapai progres pembangunan 96 persen.


Pembangunan tersebut ditinjau langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Iskandar ZA, sejumlah pejabat utama Polda Aceh serta para Kapolres, Selasa (22/9/2026).


Bukan hanya rumah yang menjadi perhatian. Jalan, drainase dan sejumlah fasilitas pendukung kawasan turut diperiksa untuk memastikan pembangunan tidak berhenti pada berdirinya bangunan, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang layak bagi masyarakat.


Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, pembangunan tahap pertama telah mencapai 96 persen dan menyisakan sekitar 4 persen pekerjaan.


“Untuk tahap pertama, progres pembangunan huntap Polri Presisi telah mencapai 96 persen dan menyisakan sekitar 4 persen pekerjaan,” ujar Joko.


Tahap pertama terdiri atas 50 unit rumah precast, 100 unit rumah dengan sistem RUSPIN, serta 50 unit rumah kayu. Sementara tahap kedua juga terus dikerjakan dengan tambahan 50 unit rumah.


Sejumlah bagian bahkan telah rampung. Rumah RUSPIN pada tahap pertama dan kedua telah mencapai 100 persen. Begitu pula 50 unit rumah kayu yang seluruhnya telah selesai.


“Untuk rumah RUSPIN, baik tahap pertama maupun tahap kedua, pembangunannya telah selesai 100 persen. Begitu juga dengan rumah kayu sebanyak 50 unit yang telah selesai seluruhnya,” jelas Joko.


Jika tidak ada kendala berarti, seluruh huntap tahap pertama ditargetkan selesai paling lambat akhir 2026 dan mulai dihuni masyarakat pada awal 2027.


Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir, target tersebut bukan sekadar angka pembangunan.


Rumah menjadi tempat untuk kembali berkumpul bersama keluarga, menyimpan kembali barang-barang yang tersisa, menjalani aktivitas sehari-hari, sekaligus menata kehidupan setelah bencana.


Jalan dan Drainase Jadi Bagian Penting


Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh juga melihat pembangunan jalan dan drainase di kawasan huntap.


Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian penting karena hunian tidak dapat berdiri sendiri. Akses jalan diperlukan untuk menghubungkan warga dengan lingkungan sekitar, sementara drainase dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan aliran air di kawasan permukiman.


Pembangunan fasilitas pendukung tersebut diharapkan berjalan seiring dengan penyelesaian rumah.


Joko mengatakan, Huntap Polri Presisi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Tamiang.


“Pembangunan rumah atau huntap Polri Presisi ditargetkan paling lambat selesai pada akhir tahun ini,” katanya.


Kini, 250 rumah tahap pertama tinggal menunggu penyelesaian akhir.


Jika seluruh proses berjalan sesuai target, awal 2027 akan menjadi momentum baru bagi masyarakat penerima huntap.


Bukan hanya membuka pintu rumah baru, tetapi juga membuka lembaran kehidupan setelah bencana.


Sebab bagi mereka, huntap bukan sekadar bangunan.


Ia adalah tempat untuk kembali pulang.



Reporter: Sutrisno, Kaperwil Aceh, Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update