Jepara, Liputan12.com - Kapal tongkang BG Santoso 6 yang di nahkodai Isdiansyah terdampar di perairan mororejo Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara mengalami kebocoran akibat di hantam cuaca buruk.
Dari informasi yang di himpun awak media kapal tongkang tersebut milik PT. Transpower Marine yang membawa muatan 7.221 metrik ton batu bara.
Agen Pelayaran kapal Santoso 6 PT. Besrindo Jepara, Endi Soneta mengatakan, kapal bertolak dari Pelabuhan Banjarmasin Kalimantan Selatan, dengan tujuan pelabuhan Marunda, Jakarta pada Jum'at (05/06/2026).
"Namun saat dalam perjalanan pada hari Sabtu dan Minggu 06-07/06/2026 cuaca buruk menghantam kapal Santoso6." ujar Soneta.
Soneta menambahkan, karena kondisi saat itu sangat darurat, kapten kapal langsung menghubungi kantor untuk upaya penyelamatan karena kondisi kapal miring dan situasi belum dapat diprediksi. Senin (08/06/2026)
Berbagai upaya sudah di lakukan namun gagal dan kondisi kapal tongkang semakin bertambah miring hingga akhirnya seluruh muatan batubara tumpah ke laut dengan kedalaman sekitar 8-10 meter pada Minggu (28/06/2026)
"Evakuasi kapal tongkang terus dilakukan, pada hari sabtu hingga senin 06/07/2026 dengan melibatkan tim salvor lokal Jepara, namun upaya tersebut gagal." Ungkap Soneta.
Publik mempertanyakan, insiden ini menjadi tanggungjawab siapa dan langkah preventif apa yang sudah dilakukan untuk mencegah dampak kerusakan ekosistem laut yang ditimbulkan akibat tumpahan batu bara.
Dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Jepara menyampaikan kejadian tersebut kepada Bupati melalui sekda dan Asisten perekonomian dan bangunan pada Rabo 15/07/2026
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Jepara menggelar rapat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pemilik kapal pada Senin (13/07/2026).
Hasil keputusan rapat tersebut pemilik kapal harus melibatkan salvor berskala internasional untuk dapat Mengevakuasi kapal Santoso 6.
GN.Jpr
