![]() |
| PSHT Sub Rayon Lapas Ranting Lamongan gelar Halalbihalal, perkuat persaudaraan dan talisilaturahmi. "PSHT bukan cuma perguruan pencak silat, tapi rumah persaudaraan sejati." |
LAMONGAN, Liputan12.com – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh hubungan kekeluargaan pasca Lebaran Idul Fitri, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sub Rayon Gajah Mada Lapas Ranting Lamongan Cabang Lamongan Pusat Madiun menggelar acara Halalbihalal tahunan. Acara yang mengusung tema “Persaudaraan dan Persahabatan dengan Penuh Kasih Sayang” berlangsung meriah di lokasi Sub Rayon Lapas pada hari Jumat (03/04/2026).
Acara yang dihadiri oleh Ketua Ranting PSHT Lamongan, Ketua Sub Rayon, seluruh warga PSHT, serta siswa calon anggota ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang penuh makna, mulai dari sambutan resmi, doa bersama, hingga sesi saling bersalaman dan meminta maaf satu sama lain. Suasana kekeluargaan terasa sangat kental dengan kehadiran anggota dari berbagai usia, mulai dari siswa muda hingga anggota senior yang telah mengabdi bertahun-tahun.
Ketua Ranting Persaudaraan Setia Hati Terate Lamongan Cabang Lamongan Pusat Madiun, Kang Mas Kamsam Zubairi Spd Mpd, saat dikonfirmasi melalui pesan seluler kepada awak media, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan jalinan tali silaturahmi yang telah terjalin lama di antara warga SH Terate. Khususnya bagi anggota yang merantau atau tinggal di daerah lain, acara ini menjadi kesempatan emas untuk berkumpul dan menyambung tali silaturahmi yang mungkin jarang terjalin sehari-hari.
“Halal Bihalal tahunan ini bukan sekadar seremoni yang dilakukan setiap tahun, tetapi juga menjadi wadah yang sangat penting untuk memperkokoh nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan menjaga semangat kekeluargaan dalam bingkai ajaran luhur PSHT. Kita ingin menunjukkan bahwa dalam keluarga besar PSHT, tidak ada jarak yang bisa memisahkan kita,” ujarnya.
Kang Mas Kamsam menegaskan bahwa PSHT bukan hanya sebuah organisasi perguruan pencak silat semata, tetapi juga rumah bagi seluruh anggotanya untuk belajar nilai-nilai kehidupan yang baik. “Dengan semangat kebersamaan yang terus kita jaga dan rawat dengan baik, PSHT Ranting Lamongan Cabang Lamongan berkomitmen untuk selalu merawat nilai-nilai luhur organisasi, mengedepankan kasih sayang satu sama lain, dan memperkuat solidaritas antaranggota. Momen Halal Bihalal ini menjadi bukti nyata bahwa PSHT bukan hanya tempat untuk belajar bela diri, tetapi juga rumah bagi nilai-nilai persaudaraan sejati yang berdasarkan rasa kekeluargaan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, acara Halalbihalal tahunan ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan keagamaan dan sosial yang telah dilaksanakan oleh PSHT Ranting Lamongan selama bulan Ramadhan silam. Sebelumnya, pihaknya telah menggelar kegiatan Safari Ramadhan yang mengunjungi seluruh rayon yang ada di Cabang Lamongan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana kebersamaan yang khas dan penuh makna di tengah bulan suci, serta memberikan dukungan kepada anggota yang membutuhkan.
“Kegiatan Halal Bihalal ini sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu digelar setiap setelah Lebaran Idul Fitri. Harapannya adalah dapat terus menguatkan nilai-nilai persaudaraan dan tali silaturahmi di antara masing-masing warga SH Terate. Selain itu, dalam acara ini kita juga mengundang para siswa calon anggota agar mereka dapat mengenal lebih dekat saudara-saudaranya yang lebih tua dan memahami nilai-nilai yang kita anut. Intinya, dalam ajaran SH Terate kita fokus untuk mendidik manusia yang berbudi luhur dan memiliki semangat untuk memayu hayuning bawono – menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik untuk tinggal,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kang Mas Kamsam juga mengajak seluruh warga SH Terate dan calon anggota untuk selalu menjaga dan mengembangkan seni pencak silat yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa. Menurutnya, meskipun terdapat berbagai organisasi pencak silat dengan nama dan baju yang berbeda-beda, hakikatnya semua merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan bersama.
“Meski kita berbeda-beda baju karena nama organisasi tidak sama, tetapi hakikatnya warisan budaya Indonesia berupa pencak silat ini harus kita lestarikan dengan sepenuh hati. Kita harus bersatu dalam menjaga warisan leluhur ini agar tetap lestari dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan sesi makan bersama dan kegiatan rekreasi yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh peserta hadir.
Penulis: Ther
