- -->
×

Iklan

Iklan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Pengungsi Banjir Demak, Dorong Penanganan Komprehensif dari Hulu hingga Hilir

Sabtu, 04 April 2026 | 4/04/2026 03:23:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-04T08:23:16Z
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, tinjau korban banjir Demak, pastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. "Penanganan banjir harus komprehensif, dari hulu ke hilir."

DEMAK, Liputan12.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kondisi korban bencana banjir yang mengungsi di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada hari Sabtu (04/04/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga terdampak serta memberikan dukungan dalam penanganan darurat bencana yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Demak.

Di lokasi pengungsian, suasana terlihat cukup padat dengan para warga yang menempati ruang utama gedung kecamatan. Sebagian besar pengungsi beristirahat di atas alas darurat yang telah disiapkan pihak berwenang, sementara sebagian lainnya duduk di teras gedung sambil mengawasi perkembangan kondisi atau menunggu informasi terkait kapan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing.

Sebagai informasi, banjir yang melanda Kabupaten Demak terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada hari Jumat (03/04/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Bencana ini berdampak signifikan pada delapan desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Jumlah pengungsi yang tercatat hingga saat ini mencapai 2.839 jiwa, dengan sebagian besar ditempatkan di beberapa titik pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Saat berada di lokasi pengungsian, Gubernur Luthfi terlihat langsung berdialog dengan para warga terdampak untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Ia juga secara simbolis menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan kesehatan, serta bahan kebutuhan darurat lainnya kepada perwakilan pengungsi. Total bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan banjir di Demak mencapai Rp236.985.411, yang bersumber dari berbagai instansi terkait antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Dinas Sosial Jateng, Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dinas Kesehatan Jateng, Dinas Pendidikan Jateng, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jateng, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah.

Setelah menyapa dan berkomunikasi dengan warga pengungsi, Gubernur Luthfi langsung menggelar rapat terbatas bersama Bupati Demak Eisti’anah serta jajaran pejabat terkait dari provinsi dan kabupaten untuk membahas langkah-langkah penanganan banjir secara menyeluruh. Dalam rapat tersebut, ia menegaskan bahwa penanganan bencana banjir di Demak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus ditangani dengan pendekatan komprehensif yang melibatkan seluruh aspek mulai dari hulu hingga hilir sungai.

“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan dengan pendekatan yang terpadu, mulai dari pencegahan, penanganan darurat, hingga pemulihan pasca bencana,” ujarnya dengan tegas.

Bersamaan dengan upaya penanganan menyeluruh tersebut, Gubernur Luthfi juga menekankan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak bencana harus tetap dipenuhi dengan baik. “Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi secara optimal. Mulai dari layanan pendidikan untuk anak-anak, pelayanan kesehatan, pasokan bahan pokok, makanan, air bersih, dan kebutuhan esensial lainnya tidak boleh ketinggalan perhatian kita,” ujarnya.

Salah seorang warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Musri’ah (52 tahun) menyampaikan pengalaman ketika banjir datang secara tiba-tiba. Ia mengaku harus mengungsi karena rumahnya terendam air setelah tanggul Sungai Tuntang tidak mampu menahan arus air yang deras. “Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya sedang di rumah saja. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari arah tanggul, lama-lama akhirnya tanggul itu jebol dan air langsung masuk ke perumahan kita,” bebernya sambil menunjukkan lokasi rumahnya yang terletak tidak jauh dari sungai.

Menurut Musri’ah, air terus naik dengan cepat menjelang sore hari hingga akhirnya warga dievakuasi dengan menggunakan perahu darurat. “Setelah waktu Ashar, kami dijemput dengan perahu karena air sudah setinggi dada. Banyak barang yang tidak sempat kami bawa karena air datang terlalu cepat,” tambahnya dengan suara yang sedikit terengah-engah.

Pihak pemerintah Kabupaten Demak menyampaikan bahwa upaya evakuasi dan penanganan pengungsi terus dilakukan secara maksimal, dengan memperhatikan protokol kesehatan dan kenyamanan bagi seluruh korban bencana.

 

Penulis : Tomy

×
Berita Terbaru Update