KUDUS, Liputan12.com – Suasana pagi hari di Pondok Pesantren (Ponpes) Tasywiqul Furqon Kudus terasa lebih hidup dan penuh makna pada hari Jumat (03/04/2026). Setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah dan mengikuti pengajian rutin yang mengangkat tema kebersihan dan kerapian, puluhan santri berkumpul di halaman utama pesantren untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan kerapian penampilan yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan rambut secara massal.
Untuk memastikan hasil potongan rambut para santri tidak hanya sesuai dengan standar kerapian yang ditetapkan pesantren, tetapi juga tetap tampil rapi dan sesuai dengan tren terkini dalam batasan sopan dan sesuai nilai-nilai keislaman, pihak pesantren secara khusus mendatangkan tim profesional dari barber shop ternama di Kudus. Tim tersebut telah diberikan arahan khusus terkait model potongan yang diperbolehkan dan sesuai dengan karakter pesantren.
Kegiatan ini dimulai pukul 06.30 WIB dengan proses pemeriksaan satu per satu oleh tim pengasuh dan pengurus pondok yang telah dibentuk khusus. Setiap santri diperiksa kondisi rambut dan kuku mereka; bagi yang rambutnya telah melewati batas telinga, terlalu panjang di bagian belakang kepala, atau terlihat kurang rapi, langsung diarahkan ke area kursi pangkas yang telah disiapkan rapi di lantai dasar auditorium pesantren. Tempat tersebut telah dipersiapkan dengan baik, lengkap dengan perlengkapan potong rambut yang steril dan alat-alat pendukung lainnya.
Program pemotongan rambut massal ini bukan sekadar rutinitas perawatan pribadi belaka, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum pendidikan karakter yang diterapkan di Ponpes Tasywiqul Furqon. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab pribadi, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian pada diri para santri sejak usia muda.
K. H. Ahmad Bahruddin, pengasuh Ponpes Tasywiqul Furqon yang juga merupakan tokoh agama terkemuka di Kudus, menyatakan bahwa aktivitas ini memiliki dasar spiritual yang mendalam dan tidak terlepas dari ajaran agama yang dianut. Beliau menjelaskan bahwa kerapian diri adalah salah satu komponen penting yang tak terpisahkan dari identitas seorang pelajar, terutama pelajar pesantren yang menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
"Agama kita, Islam, sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian diri. Ajaran Rasulullah SAW juga selalu mengajak umatnya untuk senantiasa membersihkan diri, baik secara jasmani maupun rohani. Terlebih lagi, hari ini adalah hari Jumat – hari yang mulia di mana kita sangat dianjurkan untuk melakukan berbagai bentuk kemuliaan, termasuk membersihkan diri dengan memotong rambut yang sudah panjang, memangkas kuku, mandi wajib, serta menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh," tuturnya saat memantau langsung proses kegiatan yang berjalan tertib.
Para santri tampak sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan ini. Banyak di antaranya yang menyampaikan bahwa kehadiran tim barber profesional memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih menyenangkan dibandingkan dengan pemotongan rambut biasa. Hal ini membuat mereka tidak merasakan tekanan dari aturan kerapian, melainkan justru merasa senang dapat memperoleh penampilan yang lebih rapi dan menarik.
"Saya merasa senang bisa ikut kegiatan ini. Rambut saya memang sudah cukup panjang, dan dengan dibantu oleh barber yang profesional, rasanya lebih nyaman dan hasilnya juga lebih rapi," ujar salah satu santri kelas XI yang baru saja menyelesaikan proses pemotongan rambut.
K. H. Ahmad Bahruddin menambahkan bahwa dengan menjaga penampilan yang rapi dan tubuh yang bersih, diharapkan para santri dapat lebih fokus dalam menjalankan aktivitas belajar dan ibadah sehari-hari. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi mereka dalam mengikuti semua kegiatan yang ada di pesantren, mulai dari pembelajaran akademik, pengkajian kitab kuning, hingga kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
"Dengan penampilan yang rapi dan tubuh yang bersih, kita tidak hanya terlihat lebih baik secara fisik, tetapi juga akan merasakan dampak positif pada kondisi psikologis dan spiritual kita. Semoga melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai disiplin dan kerapian dapat tertanam kuat dalam diri setiap santri dan membawa manfaat bagi kehidupan mereka di masa depan," pungkasnya dengan penuh harapan.
Kegiatan yang berjalan selama hampir dua jam tersebut ditutup dengan penyampaian pesan penting dari pengasuh terkait pentingnya menjaga kebersihan diri secara teratur, bukan hanya saat ada kegiatan seperti ini, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
Penulis : Tomy
