- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sinergi Madura Unggul: Madas Nusantara Luncurkan Bamus Madura, Satukan Ormas dan Tokoh Demi Pembangunan Berkelanjutan Pulau Garam

Senin, 23 Maret 2026 | 3/23/2026 01:12:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-23T06:12:30Z
Madas Nusantara, bersama dengan Madas Sedarah dan Madas Serumpun, meluncurkan Badan Musyawarah (Bamus) Madura sebagai wadah aspirasi dan sinergi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Pulau Madura. Inisiatif ini bertujuan menyatukan ormas ke-Maduraan, pemerintah, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.

Pamekasan, Liputan12.com – Sebuah tonggak sejarah baru dalam pergerakan organisasi masyarakat ke-Maduraan akan segera terukir. Madas Nusantara, didukung oleh Madas Sedarah dan Madas Serumpun, siap menghelat acara akbar bertajuk Peluncuran Badan Musyawarah (Bamus) Madura. Acara ini tidak hanya menjadi momen peresmian sebuah wadah aspirasi dan sinergi, tetapi juga dirangkai dengan gelaran Halal Bihalal Tiga Ormas Madas, yang dijadwalkan pada 1 April 2026 di Gedung Pertemuan Rato Ebuh, Bangkalan. Inisiatif luar biasa ini mengusung visi mulia: menyatukan seluruh elemen masyarakat dan ormas ke-Maduraan dalam satu platform terpadu untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Pulau Garam.

Antusiasme menyambut acara monumental ini sudah terasa begitu kental. Diperkirakan lebih dari seribu orang akan turut serta memeriahkan momen bersejarah ini. Deretan tokoh penting dijadwalkan hadir, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang akan memberikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Selain itu, kehadiran para bupati dari empat kabupaten di Pulau Madura – Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep – menjadi bukti nyata sinergitas lintas sektoral yang digagas. Kemeriahan pra-acara kian membahana melalui kampanye promosi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala ormas ke-Maduraan. Billboard berukuran raksasa 5 x 10 meter dan 4 x 6 meter berdiri gagah di titik-titik strategis, ditemani hamparan baliho, umbul-umbul, bendera, dan spanduk yang menghiasi setiap sudut jalan. Fenomena promosi yang begitu masif ini bahkan menarik perhatian seorang jurnalis lokal Pamekasan yang, meskipun meminta anonimitas, tak bisa menahan kekagumannya. "Saya sebagai jurnalis sudah bertahun-tahun meliput kegiatan ormas ke-Maduraan, tapi baru kali ini saya melihat promosi yang begitu meriah, gebyar, dan terstruktur seperti yang dilakukan Ormas Madas Nusantara. Ini menunjukkan keseriusan mereka," ujarnya, menggarisbawahi potensi besar dari gelaran ini.

Para pegiat informasi di lapangan melihat peluncuran Bamus Madura ini sebagai langkah yang sangat strategis dan memiliki urgensi tinggi. "Diharapkan dengan adanya Bamus Madura ini, paradigma pengkotak-kotakan ormas bisa berubah. Sebaliknya, semua ormas ke-Maduraan dapat berkumpul dalam satu wadah, dibina, dan diarahkan agar keberadaan mereka benar-benar mampu memberikan kontribusi positif yang nyata bagi pembangunan Madura secara keseluruhan," tegas sang jurnalis. Penekanan pada inklusivitas dan kebermanfaatan inilah yang menjadi poin krusial dari inisiatif ini.

Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH, yang dikenal sebagai penggiat antikorupsi dan Presiden LSM LIRA, mengkonfirmasi bahwa peluncuran Bamus Madura ini merupakan hasil kolaborasi erat dari berbagai elemen. "Kegiatan ini memang melibatkan spektrum yang sangat luas. Kami tidak hanya mengundang ormas ke-Maduraan semata, tetapi juga merangkul pemerintah, kalangan pengusaha, para ulama, pendidik, anggota dewan terhormat, serta seluruh tokoh masyarakat Madura, baik yang berdomisili di Pulau Madura maupun yang tersebar di berbagai daerah di luar Madura," jelas Jusuf Rizal melalui pesan singkat WhatsApp. Ia menambahkan, "Peluncuran Bamus Madura ini adalah buah gagasan bersama dari Tiga Ormas Madas. Kami melihat ini sebagai modal awal yang sangat berharga untuk menciptakan sebuah wadah yang dapat membina, melindungi, dan menyejahterakan seluruh ormas ke-Maduraan."

Jusuf Rizal dengan tegas menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan penanda sejarah baru bagi ormas ke-Maduraan. Ia melihat adanya pergeseran paradigma menuju pemikiran yang lebih maju dan visioner. Selama ini, banyak ormas ke-Maduraan yang dinilai kurang dikelola secara profesional dan transparan. Seringkali, fokus kegiatan lebih banyak pada kepentingan kelompok tertentu, diungkapkan melalui jargon-jargon tinggi yang kurang memiliki pijakan nyata di lapangan. Bamus Madura hadir untuk merubah narasi tersebut.

Lebih dari sekadar wadah bagi ormas ke-Maduraan, Bamus Madura diharapkan dapat bertransformasi menjadi lokomotif penggerak pembangunan di seluruh Pulau Madura. Melalui pendekatan yang terintegrasi, Bamus berencana melibatkan seluruh unsur masyarakat – pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum – dalam upaya konkrit untuk menyelesaikan akar permasalahan yang selama ini menghambat kemajuan Madura, termasuk statusnya sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. "Nanti, detail-detail teknis pelaksanaan dan program kerja akan kami rumuskan bersama dengan membentuk Tim Formatur terlebih dahulu. Setelah itu, baru akan dibentuk kepengurusan pusat dan perwakilan di daerah-daerah yang dianggap strategis, guna mengakselerasi kemajuan Madura agar menjadi Cerdas, Cemerlang, dan Gemilang. Fokus utama kami adalah membangun dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu bersaing," tegas Jusuf Rizal, yang juga dikenal sebagai Relawan Prabowo dan memiliki garis keturunan dari Raja Sumenep, Arya Wiraraja.

Dengan peluncuran Bamus Madura ini, harapan besar disematkan agar tercipta titik balik yang signifikan bagi persatuan ormas ke-Maduraan. Sinergi yang kuat antar semua elemen diharapkan mampu mewujudkan tujuan bersama: membangun Madura yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan.


Penulis : Redaksi 

×
Berita Terbaru Update