SEMARANG, LIPUTAN 12 . COM - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat memfasilitasi pemerintah daerah untuk saling bekerjasama dalam hal komoditas bahan pokok unggulan di setiap daerah.
Menurut Wali Kota Tegal, hal tersebut nantinya dapat menekan secara langsung harga bahan pokok dari segi distribusi.
"Misalkan kabupatan Brebes penghasil bawang, maka daerah tetangga bisa langsung bekerjasama tanpa harus melalui pasar induk," ujar Wali Kota Tegal saat sesi diskusi High Level Meeting di Gumaya Hotel Semarang, Rabu (11/2) siang, dengan tema Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi memberikan arahan TPID Provinsi Jawa Tengah kepada kepala daerah untuk melakukan pemetaan dan penyusunan jadwal potensi tanam, panen serta titik panen sebagai dasar intervensi pengendalian inflasi pangan.
"Lakukan penyerapan terhadap komoditas pertanian yang sudah memasuki panen dalam rangka penguatan ketahanan pangan daerah berkoordinasi dengan Distanak. Distribusikan pasokan pangan kepada mitra OPD (Kios Pangan Murah, KDMP, SIMANIS MART) secara cepat dan terkoordinasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)," ujar Ahmad Lutfi.
Terkait dengan Gerakan Pangan Murah, Gubernur juga mengarahkan agar kepala daerah mempersiapkan Gerakan Pangan Murah secara masif menjelang HBKN untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat berkolaborasi dengan Pemda Kab/kota.
M. Nur Nugroho, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan penghargaan sebagai Pemenang Terbaik dalam penguatan iklim investasi.
"Realisasi investasi meningkat 28,88 persen year of year (yoy) dari Rp68,67 triliun pada 2024 menjadi Rp88,50 triliun pada tahun 2025. Jawa Tengah mencatatkan pertumbujan realisasi investasi tertinggi dibandingkan provinsi lain di pulau Jawa," papar M. Nur Nugroho.
(Ag)
