- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polsek Lebaksiu Intensifkan Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Desa Kajen

Rabu, 11 Februari 2026 | 2/11/2026 12:48:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T05:48:25Z


TEGAL , LIPUTAN 12 . COM – Aparat kepolisian dari Polsek Lebaksiu terus melakukan penanganan dan monitoring bencana alam tanah bergerak yang terjadi di Dukuh Blimbing RW 09, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Kegiatan pemantauan dilaksanakan pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.00 WIB hingga 01.30 WIB guna memastikan keselamatan warga serta menjaga situasi tetap kondusif.


Berdasarkan data terbaru, sebanyak 54 rumah warga terdampak, dengan rincian 21 unit mengalami rusak sedang hingga berat dan 33 unit rusak ringan. Wilayah yang terdampak meliputi RT 01 hingga RT 04 di RW 09. Selain rumah warga, Mushola Baitul Mutaqin mengalami rusak berat, sementara Madrasah Nurul Hidayah rusak sedang. Retakan juga terlihat pada jalan desa di depan mushola akibat pergerakan tanah yang masih berlangsung.


Jumlah pengungsi tercatat 27 Kepala Keluarga atau 83 jiwa, terdiri dari 42 laki-laki dan 41 perempuan, termasuk balita, anak-anak, remaja, dewasa, serta lansia. Para pengungsi saat ini tersebar di posko pengungsian maupun di rumah kerabat di sejumlah wilayah sekitar.


Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, Polsek Lebaksiu telah memberikan imbauan kepada warga agar segera berpindah ke lokasi yang lebih aman karena kondisi tanah masih bergerak. Petugas juga memasang garis police line di area rawan serta mendorong pengurus wilayah untuk membuat jadwal piket kamling guna memantau perkembangan situasi.


Plt. Kapolsek Lebaksiu IPTU Wawan Prasetyo, S.H. mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan langkah cepat guna melindungi masyarakat dari potensi bahaya susulan.


“Kami mengimbau warga yang berada di wilayah rawan agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.


Hujan deras yang meningkatkan debit Sungai Gung diduga menjadi salah satu pemicu meluasnya pergerakan tanah hingga sekitar dua meter ke arah barat. Bahkan, beberapa rumah dilaporkan roboh pada bagian tembok belakang. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa karena para pemilik rumah telah lebih dahulu mengungsi. Polisi juga berkoordinasi dengan PLN Balapulang untuk memutus aliran listrik di rumah terdampak demi mencegah bahaya lanjutan.


Ketersediaan logistik di lokasi pengungsian masih mencukupi, di antaranya matras, beras, mie instan, air mineral, serta kebutuhan dapur lainnya untuk menunjang kebutuhan para pengungsi.


Secara terpisah, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus siaga dalam membantu masyarakat terdampak bencana.


“Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk mematuhi arahan petugas dan segera mengungsi apabila berada di zona rawan,” ujarnya.


Saat ini situasi di lokasi bencana terpantau aman dan terkendali, sementara petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan.

(Ag)

×
Berita Terbaru Update