Video amatir yang viral di media sosial menunjukkan betapa dahsyatnya banjir bandang tersebut. Mobil SUV berwarna gelap tampak tak berdaya tersapu air bah, berputar-putar sebelum akhirnya menghilang dari pandangan. Teriakan histeris warga terdengar jelas dalam rekaman tersebut, menggambarkan kepanikan dan ketakutan yang melanda.
"Saya lihat sendiri mobil itu hanyut, cepat sekali arusnya. Kami semua lari menyelamatkan diri," ujar Ibu Aminah, seorang warga Desa Bojongkoneng, dengan nada bergetar.
Kasi Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menjelaskan bahwa mobil tersebut sedang diparkir di sebuah perumahan ketika banjir datang. "Kali kecil di tengah perumahan meluap karena hujan deras, dan airnya membawa material lumpur serta batu. Mobil yang diparkir tidak sempat diselamatkan," kata Andi.
Kerugian Material dan Trauma Psikologis
Data dari BPBD Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa banjir bandang tidak hanya menyeret mobil, tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah warga. Di Desa Cijayanti, tercatat 21 rumah di RT 01 RW 01 terdampak banjir, meskipun tidak ada kerusakan bangunan yang parah. Namun, di RT 03 RW 01, satu rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur, dan sembilan rumah lainnya tergenang air. Kondisi terparah terjadi di RT 04 RW 01, di mana tiga rumah mengalami kerusakan sedang pada tembok bagian samping yang ambruk, dan sebelas rumah lainnya terdampak banjir.
"Kami sudah kehilangan tempat tinggal, harta benda juga banyak yang rusak. Sekarang kami bingung mau tinggal di mana," keluh Bapak Hasan, salah seorang warga yang rumahnya rusak parah.
Selain kerugian material, banjir bandang ini juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi warga. Banyak anak-anak dan orang dewasa yang mengalami trauma dan ketakutan berlebihan setiap kali hujan deras turun.
Upaya Penanganan dan Imbauan Waspada
BPBD Kabupaten Bogor telah mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak banjir. Posko pengungsian juga telah didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Kami terus berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada warga terdampak banjir. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bogor," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani.
Pemerintah daerah juga berjanji akan segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan tata ruang di wilayah Babakan Madang, untuk mencegah terjadinya banjir serupa di masa mendatang. Solidaritas dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu warga Babakan Madang bangkit dari keterpurukan dan memulihkan kondisi pasca bencana.
#Redaksi
