- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Gresik Diminta Tak Panik Isu Kelangkaan BBM, Polres Pastikan Stok di Sejumlah SPBU Masih Tersedia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 10/18/2026 09:19:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T14:40:59Z
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengecek ketersediaan BBM di sejumlah SPBU, Minggu (18/10/2026). Hasil pengecekan menunjukkan stok masih tersedia di lokasi yang diperiksa. Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Laporan terkait dugaan kelangkaan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 atau Lapor Cak Rama 081188002006.


Gresik, Liputan12.com – Masyarakat Kabupaten Gresik diimbau tetap tenang menyikapi kabar mengenai dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk melalui media sosial. Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), stok BBM dilaporkan masih tersedia, meskipun distribusi ke beberapa lokasi sempat mengalami keterlambatan.


Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung melakukan pengecekan ketersediaan BBM menyusul munculnya informasi mengenai antrean panjang dan dugaan kelangkaan BBM jenis Pertalite.


Dalam keterangannya pada Minggu (18/10/2026), Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, kepanikan yang dipicu informasi yang belum terverifikasi dapat mendorong peningkatan antrean dan menimbulkan kesan kelangkaan yang lebih luas.





“Masyarakat Gresik tidak perlu panic buying. Kami sudah melakukan pengecekan di sejumlah SPBU dan stok BBM masih tersedia serta kondisi secara umum normal,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.


Pengecekan dilakukan secara bertahap di sejumlah SPBU, meliputi SPBU Suci, Dahanrejo, Bungah, Manyar, Sukomulyo, Morowudi, serta dua SPBU di kawasan Roomo.


Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan BBM masih tersedia di lokasi-lokasi yang diperiksa. Meski demikian, terdapat informasi bahwa distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Gresik sempat mengalami keterlambatan.


Keterlambatan itu berkaitan dengan perubahan jalur pengambilan pasokan BBM. Sejak akhir September, pengambilan BBM untuk beberapa SPBU di Gresik beberapa kali dialihkan dari Depo Surabaya ke Depo Tuban. Peralihan tersebut berdampak pada waktu pengisian kembali stok di sejumlah SPBU.


Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pengecekan terbaru, pengambilan BBM mulai kembali dilakukan dari Depo Surabaya. Perubahan ini diharapkan mendukung ketepatan waktu distribusi pasokan ke SPBU yang membutuhkan pengisian ulang.


Kapolres Gresik menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus memantau situasi di lapangan guna menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta memastikan persoalan distribusi BBM dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.


“Kami terus melakukan pengawasan di lapangan. Jika masyarakat menemukan adanya dugaan kelangkaan, antrean tidak wajar, atau persoalan lain terkait distribusi BBM, silakan segera dilaporkan agar bisa kami tindaklanjuti,” tegasnya.


Selain melakukan pengawasan, Kapolres juga mengajak masyarakat agar lebih cermat menerima dan menyebarkan informasi, khususnya kabar yang beredar di media sosial. Informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya diharapkan tidak langsung dipercaya atau disebarluaskan karena berpotensi memicu keresahan.






Masyarakat yang menemukan persoalan terkait distribusi BBM atau membutuhkan bantuan kepolisian dapat menyampaikan laporan melalui Call Center Polri 110 atau layanan Lapor Cak Rama di nomor 081188002006.


Polres Gresik menyatakan pemantauan terhadap sejumlah SPBU akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mendukung kelancaran distribusi BBM dan menjaga agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani.




Redaksi Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update