Kampar – Liputan12.com — Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi lintas institusi, termasuk kerja sama dengan mitra internasional.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama People's Defence Force (PDF) Singapura menggelar simulasi pemadaman Karhutla sekaligus penanaman pohon di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi ancaman Karhutla yang dampaknya dapat dirasakan melampaui batas wilayah.
Kegiatan dipimpin langsung Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP. Hadir pula Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si., yang mewakili Kapolda Riau, serta Kolonel M. Helmi Bin Khaswan selaku Komandan 2PDF/IDTF Singapura bersama rombongan.
Sejumlah pejabat utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan Polda Riau turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dari jajaran wilayah, hadir Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K., Dandim 0313/KPR Letkol Inf. Rahim Cahyadi, Wakapolres Kampar Kompol Rizky Hidayat, S.E., S.I.K., M.H., para pejabat utama Polres Kampar, Kapolsek Tambang AKP Aulia Rahman, S.H., M.H., Kepala Desa Rimbo Panjang Benzainal, personel Manggala Agni, serta personel gabungan TNI, Polri dan mitra dari Singapura.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan dan pemaparan mengenai kondisi serta penanganan Karhutla yang disampaikan Danyon Arhanud 13/PBY Pekanbaru Letkol Arh Irfan Wibowo, S.A.P., M.A.
Dalam pemaparan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai tantangan penanganan Karhutla, pola kebakaran, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemadaman.
Selanjutnya, peserta mengikuti simulasi pemadaman api dengan menggunakan berbagai peralatan standar penanggulangan Karhutla.
Simulasi juga melibatkan pemanfaatan drone untuk melakukan pemantauan titik api dari udara. Penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pemantauan wilayah dan mempercepat identifikasi lokasi kebakaran yang sulit dijangkau secara langsung.
Selain praktik lapangan, personel dari kedua negara juga berkesempatan bertukar pengetahuan, teknik, pengalaman dan strategi dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Usai simulasi pemadaman, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di area pascakebakaran.
Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus pesan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi juga harus dilanjutkan dengan rehabilitasi kawasan terdampak dan penguatan upaya pencegahan.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo mengatakan, Karhutla merupakan persoalan lingkungan yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
«“Karhutla tidak mengenal batas wilayah. Asap yang terbakar di satu tempat dapat dirasakan dampaknya di tempat lain, bahkan hingga ke negara tetangga. Inilah mengapa kerja sama seperti ini sangat berharga — kita belajar bersama, berlatih bersama, dan bekerja sama menjaga bumi kita bersama.”»
Sementara itu, Kolonel M. Helmi Bin Khaswan, Komandan 2PDF/IDTF Singapura, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya tidak hanya berkaitan dengan latihan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari hubungan kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.
«“Kehadiran kami di sini bukan sekadar latihan teknis. Ini adalah wujud persahabatan dan kepedulian terhadap lingkungan yang kita bagi bersama. Semoga ilmu yang dibagikan hari ini bermanfaat bagi kedua belah pihak, dan tanah yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi hutan yang lestari.”»
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri, masyarakat, serta mitra internasional menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.
«“Polres Kampar sangat mengapresiasi inisiatif ini. Sinergi TNI, Polri, hingga mitra internasional memperkuat upaya kita bersama mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kabupaten Kampar. Pemahaman yang lebih baik berarti respons yang lebih cepat saat api mengancam.”»
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 15.50 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Simulasi tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kemampuan teknis penanganan Karhutla, tetapi juga memperkuat komunikasi, koordinasi dan pertukaran pengalaman antarinstansi serta antarnegara dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Editor: Alfitria


