- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

BNNK Gresik Gelar Workshop Penggiat P4GN, Tegaskan Komitmen Selamatkan Negeri dari Ancaman Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 | 10/27/2026 07:43:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-27T00:47:08Z
Perkuat Sinergi Selamatkan Negeri dari Ancaman Narkoba


Gresik, Liputan12.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar kegiatan penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Putri Cempo, lingkungan Pemkab Gresik, tersebut mengusung tema “Menyelamatkan Negeri dari Ancaman Narkoba”.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Melalui keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, kader PKK, tokoh agama, komunitas, hingga relawan, gerakan P4GN diharapkan semakin berkembang dan menjangkau lingkungan masyarakat secara lebih luas.


Sejumlah narasumber hadir untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba dari perspektif kesehatan, keluarga, penegakan upaya pencegahan, serta nilai-nilai keagamaan.







dr. Shinta Puspitasari Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga


Pembina PKK sekaligus narasumber kesehatan yang berkaitan dengan program BNN, dr. Hj. Shinta Puspitasari, M.Kes., istri Wakil Bupati Gresik, menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai salah satu fondasi utama pencegahan penyalahgunaan narkoba.


Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, keamanan lingkungan, serta masa depan generasi muda.


Menurut materi yang disampaikan, keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter, perilaku, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan anak. Karena itu, upaya pencegahan perlu dimulai dari lingkungan rumah melalui komunikasi yang baik, pengawasan yang proporsional, pendidikan karakter, serta penanaman nilai tanggung jawab.


Selain keluarga, komunitas dan lingkungan desa maupun kelurahan juga mempunyai peran penting dalam membangun kepedulian sosial. Lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki kepedulian terhadap sesama diharapkan mampu menjadi benteng bersama dalam menghadapi ancaman narkoba.


Dr. Shinta menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai komunitas.


Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah bahwa pencegahan narkoba dimulai dari keluarga, diperkuat oleh komunitas, dan diwujudkan melalui gerakan bersama di desa maupun kelurahan.





Kepala BNNK Gresik Berikan Pengarahan Strategis


Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si., turut memberikan pengarahan mengenai pentingnya memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kabupaten Gresik.


Keterlibatan para penggiat P4GN dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Para relawan diharapkan dapat menjadi penggerak penyebarluasan informasi mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan yang peduli terhadap pencegahan penyalahgunaan narkotika.


Sinergi antara BNNK, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam membangun gerakan pencegahan yang berkelanjutan.


Tokoh Agama Ajak Masyarakat Menjauhi Narkoba


Perspektif keagamaan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Imam Hanafi, M.Ag., yang juga disebut sebagai Imam Chanafi. Ia merupakan tokoh agama, pejabat di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gresik, sekaligus pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik.


Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa ajaran agama mengajarkan umat untuk menjaga akal, jiwa, dan tubuh dari segala sesuatu yang dapat membawa kerusakan, termasuk penyalahgunaan narkotika.


Menurutnya, dampak narkoba tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial, keharmonisan keluarga, serta masa depan seseorang. Oleh sebab itu, masyarakat diajak memperkuat nilai keimanan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, dan berperan aktif dalam upaya pencegahan peredarannya.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pemberantasan narkoba sebagai tanggung jawab bersama yang sejalan dengan nilai moral dan keagamaan, demi melindungi generasi penerus bangsa.


Peserta Antusias, Perwakilan Metatu Benjeng Minta Penyuluhan Diperluas


Kegiatan workshop berlangsung interaktif dengan melibatkan para penggiat P4GN dari berbagai komunitas di Kabupaten Gresik. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, berbagi perhatian, dan meminta arahan terkait upaya pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing.


Salah satu aspirasi disampaikan oleh perwakilan dari Metatu, Kecamatan Benjeng, yang juga merupakan Ika Duta HIV. Ia meminta arahan agar kegiatan seminar dan penyuluhan P4GN serupa dapat diselenggarakan di daerahnya.


Aspirasi tersebut mencerminkan harapan agar edukasi mengenai bahaya narkoba dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok masyarakat. Penyuluhan di tingkat lokal diharapkan mampu meningkatkan pemahaman warga sekaligus memperkuat kepedulian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.


Gus Aulia Ajak Relawan P4GN Mengabdi untuk Masyarakat


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gus Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., yang dikenal sebagai pemerhati hukum, jurnalis senior, pimpinan Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Kabupaten Gresik, serta tokoh yang pernah membesarkan komunitas Madas Gresik.


Dalam kesempatan itu, Gus Aulia menyampaikan harapan agar terbentuknya kelompok dan gerakan P4GN dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran bersama untuk menghadapi ancaman narkoba.


Ia mengingatkan para relawan agar menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai landasan dalam menjalankan kegiatan sosial.


“Hidup adalah pengabdian, Khoirunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). Mari seluruh relawan P4GN berjuang bersama memberantas narkoba,” pesannya.


Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan pencegahan narkoba membutuhkan kepedulian, konsistensi, dan kerja sama dari berbagai unsur masyarakat.


Perkuat Sinergi untuk Mewujudkan Gresik Bersih Narkoba


Melalui kegiatan workshop penggiat P4GN ini, sinergi antara BNNK Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik, kader PKK, tokoh agama, lembaga kemasyarakatan, komunitas, dan relawan diharapkan semakin kuat.


Upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi sesaat, tetapi memerlukan edukasi berkelanjutan, keterlibatan keluarga, kepedulian lingkungan, serta partisipasi aktif masyarakat.


Dengan memperluas jangkauan penyuluhan hingga tingkat desa dan kelurahan, para penggiat P4GN diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk melindungi generasi muda dan menciptakan lingkungan yang sehat serta aman dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.



Tim Redaksi

Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update