Sulut, Liputan12.com - Suasana khidmat Ramadan 1447 Hijriah begitu terasa di Markas Komando (Mako) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara. Masjid Nurul Jihad, yang menjadi oase spiritual di kompleks Mapolda Sulut, menjadi pusat berbagai aktivitas ibadah yang diikuti dengan antusias oleh personel kepolisian dan masyarakat sekitar. Beragam kegiatan keagamaan digelar dengan tujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta memperkuat ketakwaan anggota Polri.
Salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan selama Ramadan adalah ceramah agama setelah Sholat Dzuhur. Ceramah ini diisi oleh sejumlah Ustadz yang berkompeten, yang secara bergantian memberikan pencerahan dan siraman rohani kepada para personel Polda Sulut.
Pada salah satu sesi ceramah, Ustadz Barokah Zaenul Alam, SQ, mengupas tuntas tentang tiga jenis hati, yaitu Qolbun Mayyit (Hati yang Mati), Qolbun Maridh (Hati yang Sakit), dan Qolbun Salim (Hati yang Selamat/Sehat). Penjelasan Ustadz Barokah ini sangat menarik perhatian para jamaah.
Ustadz Barokah menjelaskan bahwa hati yang mati bukanlah hati yang berhenti berdetak secara fisik, melainkan hati yang kehilangan fungsi spiritualnya. Ciri-ciri hati yang mati adalah tidak mengenal Tuhannya, enggan beribadah kepada-Nya, dan selalu mengikuti hawa nafsu.
Sementara itu, hati yang sakit adalah hati yang berada di tengah-tengah, memiliki kehidupan (iman) tetapi juga mengandung penyakit seperti riya (pamer), hasad (dengki), ujub (bangga diri), dan cinta dunia yang berlebihan.
Adapun hati yang selamat/sehat, ciri-cirinya adalah bersih dari syirik, hanya bergantung kepada Allah SWT, dan penuh dengan keikhlasan. Penjelasan ini memberikan pemahaman yang mendalam bagi para personel Polda Sulut tentang pentingnya menjaga hati agar tetap bersih dan sehat.
Selain ceramah agama, kegiatan Buka Puasa Bersama juga menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan. Buka Puasa Bersama ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antara pimpinan Polda Sulut, staf, dan masyarakat umum dalam suasana yang sederhana namun penuh berkah.
Setelah Buka Puasa Bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Isya dan Sholat Tarawih, kemudian ditutup dengan Sholat Witir Berjamaah. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap malam selama bulan Ramadan.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yang diselenggarakan selama Ramadan ini bertujuan untuk membentuk karakter anggota Polri yang lebih humanis dan religius.
"Dengan memperkuat spiritualitas, diharapkan pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik. Kami ingin anggota Polri di Polda Sulut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki hati yang bersih dan penuh dengan kepedulian," singkat Kombes Pol Alamsyah.
Dengan berbagai kegiatan religius yang diselenggarakan selama Ramadan, diharapkan seluruh personel Polda Sulut dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya, serta menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam menjalankan nilai-nilai agama. Kehadiran Polri yang religius dan humanis diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Selain itu, kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan kebersamaan antar personel Polda Sulut. Melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan bersama-sama, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik, saling pengertian, dan saling mendukung dalam menjalankan tugas.
Polda Sulut juga berupaya untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan Ramadan yang diselenggarakan. Hal ini bertujuan untuk membangun sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan. Dengan adanya kerjasama yang baik antara Polri dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Sulawesi Utara dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif.
Selain kegiatan rutin yang telah disebutkan, Polda Sulut juga menggelar kegiatan-kegiatan khusus selama Ramadan, seperti pembagian takjil kepada masyarakat, santunan kepada anak yatim, dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan-kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polda Sulut terhadap masyarakat yang membutuhkan, serta sebagai bentuk implementasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh institusi kepolisian.
Dengan semangat Ramadan, Polda Sulut berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Utara. Polri akan terus berupaya untuk menjadi bagian dari solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat, serta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis dan profesional.
Semoga dengan semangat Ramadan, seluruh personel Polda Sulut dapat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan dedikasi, serta memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
(JeEv)
