- -->
×

Iklan

Iklan

Awal Ramadan Penuh Berkah: Satu Warga Binaan Lapas Plantungan Akhirnya Hirup Udara Bebas

Kamis, 19 Februari 2026 | 2/19/2026 08:40:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-19T13:40:38Z

KENDAL, Liputan12.com - Suasana haru dan penuh makna mewarnai Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan pada Kamis, 19 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadan. Seorang warga binaan berkesempatan untuk menghirup udara bebas setelah resmi memperoleh hak Pembebasan Bersyarat (PB).

Warga binaan tersebut dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan substantif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Proses pembebasan dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), Bastar, serta jajaran petugas lapas, secara langsung menyerahkan surat keputusan pembebasan bersyarat dan memberikan arahan kepada warga binaan yang bersangkutan.

Dalam arahannya, Suharno menyampaikan bahwa pemberian PB merupakan hak warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana dan aktif mengikuti program pembinaan kepribadian dan kemandirian di dalam lapas. Ia menekankan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan.

"Di hari pertama puasa ini, kita semua belajar tentang pengendalian diri, kesabaran, dan memperbaiki diri," ujar Suharno. "Kami berharap saudara dapat menjaga kepercayaan ini, kembali ke keluarga, dan berkontribusi positif di masyarakat."

Sementara itu, Kasi Binadik, Bastar, menjelaskan bahwa sebelum diusulkan untuk mendapatkan PB, warga binaan tersebut telah melalui proses evaluasi yang ketat oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Evaluasi meliputi penilaian terhadap sikap, kedisiplinan, dan partisipasi aktif dalam program pembinaan di dalam lapas. Seluruh tahapan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk memastikan proses integrasi warga binaan ke masyarakat berjalan optimal.

Suasana haru terasa saat warga binaan tersebut berpamitan dengan para petugas lapas. Kebebasan yang diperoleh di awal Ramadan ini menjadi simbol kesempatan kedua bagi dirinya untuk memperbaiki diri, menebus kesalahan, dan membangun masa depan yang lebih baik bersama keluarga dan masyarakat.

Dengan pemberian pembebasan bersyarat ini, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pembinaan dan reintegrasi sosial secara profesional, humanis, dan berintegritas. Komitmen ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan positif dan kebermanfaatan bagi narapidana dan masyarakat.


(Zen)

×
Berita Terbaru Update