LABUHAN PERING, liputan12.com – Pembangunan badan jalan desa Sungai Cemara – Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memiliki panjang total 20 km kembali menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan kurang serius dalam pelaksanaannya. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (25/04/2026), aktivitas yang dilakukan di lokasi lebih banyak difokuskan pada pekerjaan cuci parit daripada pembuatan badan jalan seperti yang telah dijanjikan.
Hal ini dinilai tidak sesuai dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Timur terkait target pelaksanaan proyek. Sebelumnya, dalam pembahasan anggaran, alat skapator yang digunakan seharusnya difokuskan untuk kegiatan perbaikan dan pembuatan badan jalan sepanjang 20 km dengan pagu anggaran awal sebesar Rp1 miliar dari anggaran murni. Kemudian, anggaran tersebut ditambah lagi sebesar Rp400 juta sesuai dengan perubahan kebutuhan yang disampaikan.
Namun berdasarkan pantauan Liputan12.com, panjang badan jalan yang telah selesai dibuat hingga saat ini hanya berkisar sekitar 5 km, jauh dari target yang telah ditetapkan. Kondisi ini membuat masyarakat merasa dirugikan, terutama bagi warga Desa Sungai Cemara dan Desa Labuhan Pering yang sangat mengandalkan kelancaran akses jalan untuk aktivitas sehari-hari dan transportasi hasil bumi.
"Sangat menyakitkan hati melihat kondisi seperti ini. Anggaran yang tidak sedikit ternyata tidak digunakan sesuai dengan target yang telah disepakati. Padahal masyarakat sangat membutuhkan jalan yang baik untuk mendukung perekonomian kita," ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Sungai Cemara.
Ia juga menegaskan bahwa pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang menangani proyek ini harus bertanggung jawab penuh terkait pembiaran yang terjadi. "Kepala UPTD harus memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab kenapa ada pembiaran seperti ini. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui penggunaan anggaran yang berasal dari uang rakyat," tegasnya.
Kondisi jalan yang belum selesai juga berdampak pada kesulitan akses transportasi, terutama pada musim penghujan di mana sebagian besar ruas jalan yang belum diperbaiki menjadi berlumpur dan sulit dilalui. Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan perjanjian dan memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
Penulis : SYAM

