- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jawa Timur Mantapkan Sinergi Pusat-Daerah, Siap Sukseskan Program Prioritas Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 03 Februari 2026 | 2/03/2026 01:15:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T18:15:37Z
Foto diambil dari media MADIUN TIMES.com

Surabaya, Liputan12.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk bersinergi penuh dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan program-program prioritas nasional yang telah digariskan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penegasan ini menjadi poin utama dalam partisipasi aktif Khofifah, didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forkopimda Jatim, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Rakornas yang mengusung tema sentral 'Sinergi Pusat dan Daerah Dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045' ini menjadi platform strategis bagi Gubernur Khofifah untuk menyampaikan secara langsung kesiapan dan dukungan penuh Jawa Timur dalam menyukseskan agenda-agenda pembangunan nasional yang telah ditetapkan. Lebih dari sekadar menghadiri, Khofifah membawa semangat kolaborasi dan optimisme yang tinggi, mencerminkan tekad seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Jawa Timur untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Jawa Timur bukan hanya siap, tetapi sangat antusias untuk menjadi bagian integral dari upaya mewujudkan berbagai program prioritas nasional. Kami percaya, dengan sinergi dan kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah, kita dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Khofifah dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan laporan mengenai implementasi berbagai program nasional yang telah berjalan sukses di Jawa Timur. Ia mencontohkan keberhasilan Jatim dalam mencapai swasembada pangan, bahkan kini tengah berupaya keras untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Upaya ini, menurut Khofifah, merupakan wujud nyata dukungan Jatim terhadap visi Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain sektor pangan, Khofifah juga menyoroti prestasi Jatim sebagai provinsi yang paling aktif dan berhasil dalam menuntaskan 100 persen kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dengan total 8.494 KDKMP yang telah berbadan hukum, sebagian besar di antaranya merupakan koperasi baru yang didirikan untuk mendorong perekonomian di tingkat desa. Hal ini menunjukkan komitmen Jatim dalam memberdayakan masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pengembangan koperasi yang modern dan profesional.

Lebih lanjut, Jatim juga mencatatkan diri sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak 4.716 desa atau setara dengan 23 persen dari total desa mandiri yang ada di seluruh Indonesia. Capaian ini, menurut Khofifah, merupakan hasil dari komitmen Pemprov Jatim dalam melaksanakan pembangunan desa secara holistik dan berkelanjutan.

"Kami meyakini bahwa pembangunan desa harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, hingga pelestarian lingkungan hidup. Semua ini menjadi prioritas utama kami dalam mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan," jelas Khofifah dengan rinci.

Tidak hanya fokus pada sektor ekonomi dan pembangunan desa, Khofifah juga memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan sebagai kunci untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa Jatim terus mendukung program-program peningkatan kualitas SDM yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, salah satunya melalui pendirian dan pengembangan Sekolah Rakyat (SR). Saat ini, terdapat 26 SR di Jatim, menjadikannya provinsi dengan jumlah SR terbanyak di Indonesia.

"Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Kami memberikan akses pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," tutur Khofifah dengan penuh keyakinan.

Selain SR, Pemprov Jatim juga telah mendirikan enam sekolah Taruna di berbagai daerah, yaitu SMAN Taruna Angkasa (Madiun), SMAN Taruna Bhayangkara (Banyuwangi), SMAN Taruna Brawijaya (Kediri), SMAN Taruna Nala (Malang), SMAN Taruna Madani (Pasuruan), dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja (Bojonegoro). Sekolah-sekolah ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, dan berwawasan kebangsaan, serta siap menjadi pemimpin masa depan.

Dalam arahannya pada Rakornas tersebut, Presiden Prabowo mengajak seluruh pemimpin daerah untuk bersatu padu dalam menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia demi kepentingan seluruh rakyat. Ia juga menegaskan tekadnya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju modern dengan kualitas hidup yang baik bagi seluruh rakyatnya.

"Saya mengajak dan menggugah, mari kita bersatu demi kepentingan rakyat Indonesia. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju modern, di mana seluruh rakyat Indonesia memiliki kualitas hidup yang baik, mendapatkan akses terhadap makanan sehat, pelayanan kesehatan yang terjamin, pendidikan yang berkualitas, dan penghasilan yang mencukupi," tegas Presiden Prabowo dengan penuh semangat.

Komitmen Jawa Timur dalam mendukung program prioritas nasional juga tercermin dalam kemajuan signifikan di sektor pendidikan. Sebanyak 14.822 anak telah mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Jatim. Selain itu, sebanyak 16.140 sekolah SD, SMP, dan SMA telah direnovasi sepanjang tahun 2025 untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Lebih lanjut, sebanyak 288.180 sekolah telah dilengkapi dengan interactive flat panel (IFP) untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Dengan berbagai upaya ini, Jawa Timur optimis dapat berkontribusi secara signifikan dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing global.


#Red.

×
Berita Terbaru Update