-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khofifah Gencar Bangun Lumbung Talenta Digital Nasional di Jatim: Pendidik Jadi Kunci, Transformasi Pendidikan Jadi Prioritas

Rabu, 21 Januari 2026 | 1/21/2026 01:14:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-21T06:14:41Z

Surabaya, Liputan12.com - Jawa Timur (Jatim) semakin memantapkan diri sebagai calon kuat pusat pengembangan talenta digital nasional. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terus menunjukkan komitmennya dengan menggencarkan berbagai upaya, salah satunya dengan mengajak ribuan tenaga pendidik untuk berkolaborasi menyukseskan Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional.

Sosialisasi program yang digelar secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Selasa (20/1/2026) menjadi bukti keseriusan Khofifah dalam mewujudkan ambisi ini. Acara ini dihadiri oleh 2.600 tenaga pendidik dari berbagai jenjang, baik yang hadir secara langsung maupun mengikuti secara daring.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan keyakinannya bahwa Jatim memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi lumbung talenta digital. Jumlah penduduk yang besar, keberagaman lembaga pendidikan, serta ekosistem industri kreatif dan teknologi yang semakin berkembang menjadi fondasi yang kuat untuk menghasilkan talenta-talenta digital berkualitas.

"Jawa Timur bukan hanya siap, tapi sangat siap untuk menjadi pusat lahirnya talenta digital. Namun, untuk mewujudkan hal ini, kita tidak bisa bekerja sendiri. Pengelolaan talenta harus dimulai dari pendidikan, direncanakan secara matang dengan berbasis data yang akurat, dan harus selaras dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional," tegas Khofifah dengan penuh semangat.

Khofifah juga menekankan bahwa transformasi digital yang semakin pesat telah mengubah lanskap dunia secara fundamental. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama. Pendidikan tidak lagi bisa dianggap sebagai sektor pendukung, melainkan harus menjadi motor utama yang menggerakkan kemajuan bangsa.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Khofifah meyakini bahwa kualitas SDM yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta karakter kebangsaan yang kuat akan menjadi kunci utama untuk memenangkan persaingan global.

Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional, menurut Khofifah, adalah langkah strategis yang tepat untuk membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan teknis semata, tetapi juga merupakan bagian dari arsitektur kebijakan jangka panjang yang mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, serta dunia kerja.

"Program ini adalah jawaban atas berbagai tantangan yang kita hadapi, seperti disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, dan ekonomi berbasis pengetahuan yang semakin berkembang pesat. Pengembangan talenta digital bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk sukses di era digital. Dan untuk mencapai tujuan ini, peningkatan kapasitas pendidik sebagai ujung tombak transformasi pendidikan menjadi sangat penting," jelasnya.

Khofifah juga berharap bahwa program ini dapat mempersiapkan pelajar Jatim untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Pelajar harus memiliki penguasaan keterampilan digital yang mumpuni, kemampuan beradaptasi yang tinggi, serta kecakapan berpikir kritis dan memecahkan masalah yang efektif.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov Jatim terus mendorong transformasi pendidikan secara menyeluruh. Pendidikan tidak lagi boleh berfokus hanya pada hafalan dan capaian kognitif semata. Pendidikan harus diarahkan pada penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dapat mengembangkan kemampuan bernalar kritis, memecahkan masalah secara kreatif, berkolaborasi dengan efektif, serta memiliki literasi digital yang baik.

Khofifah menegaskan bahwa pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan, membuka harapan, memperkuat karakter, serta meningkatkan kualitas hidup.

"Pendidikan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus memberikan dampak yang signifikan. Dari pendidikan yang berdampak inilah kita akan mampu menyiapkan talenta digital yang unggul, adaptif, berkarakter, dan siap berkontribusi secara maksimal bagi pembangunan nasional," ungkapnya dengan nada optimis.

Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, serta ekosistem inovasi. Ia juga menyoroti peran strategis pendidik, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai arsitek masa depan bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, yang menandai komitmen kuat Jatim dalam menyiapkan talenta digital masa depan.

"Kami berharap melalui program ini, kemampuan dunia pendidikan di Jatim dalam mengembangkan talenta digital akan semakin meningkat, sehingga peluang kerja bagi peserta didik di masa depan akan semakin terbuka lebar, sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang," pungkasnya.

Dengan komitmen yang kuat, strategi yang jelas, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Jatim optimis dapat mewujudkan ambisinya untuk menjadi lumbung talenta digital nasional dan berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan bangsa.

×
Berita Terbaru Update