Liputan12.com
28-11-2025
Riau-inhil
Tembilahan-Kembali mencuat nya kabar kelanjutan dari hasil tim audit agrinas pusat,hingga akhirnya Kejari Inhil,memangil salah satu yg bertanggung jawab di dalam pengelolaan lahan sitaan satgas PKH.
Berdasarkan dari penyusuran kami awak media yg terus memantau dan keterangan dari beberapa masarakat yg Engan di sebut kan nama nya."
Jumat 21-11-2025.kelompok tani berkah tani sejahtera menerima surat dari Kejari Inhil
Dan pada hari Senin 24-11-2025.
salah satu angota dari kelompok tani berkah tani sejahtera di priksa oleh Kejari Inhil."
Kami pun awak media mencoba untuk mencari keterangan dari salah satu oknum yg bertugas di Kejari,melalui pesan Whatsap,guna untuk memperjelas kabar tersebut,"
Mengatakan kepada kami awak media bahwa,sekarang dalam proses klarifikasi untuk kelanjutan nya nanti di kabari,
Begitulah pesan whatsap yg kami terima dari salah satu oknom Kejari tersebut."
Dan yang kami terima kabar kalau satu angota kelompok tani berkah tani sejahtera yg berperan dan bertanggung jawap atas pengelolaan lahan sitaan satgas PKH ini atas nama (M/A)."
Memang sangat lah banyak kabar kalau selama pengelolaan lahan tersebut banyak ke
Kejangalan dan tidak mengikuti prosedur yg telah di tetap kan."
Bahkan berkesan sesuka hati dan memperkaya diri sendri,"
Bahkan kabar yg kami terima dari beberapa narasumber hasil dari buah kelapa sawit sitaan Negara tersebut saudara (M/A) ini meminta pemilik Ram/pembeli mengirim hasil dari buah kelapa sawit bukan lah di setor ke agrinas ataupun ke kelompok tani berkah tani sejahtera melainkan ke rek pribadi atas nama (M,P),"
Untuk kebenaran kabar tersebut kembali tim agrinas audit (M,/A)di agrinas pekan baru,"
Namun untuk kelanjutan
Hasil dari audit tersebut belum kami terima."
Kami masarakat sangat lah mengharap kan kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini juga kami meminta agar keterbukaan kepada masarakat agar kami masarakat bisa memahami dan memastikan hukum berjalan sebagai mana mestinya tidak ada yang Di tutup tutupi,"
Kami masarakat juga berhak merasakan dan menikmati apa yg seharus nya menjadi hak kami bukan hanya menjadi ke untungan bagi segelintir oknom-oknom.berdasi."
Hingga sampai saat ini berita ini di terbit kan belum ada penjelasan dari pihak-pihak terkait Kepada kami awak media,""
Sahroni

0 Komentar