- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Amungme di Timika Minta Dukungan Bantuan untuk Menunjang Kegiatan Pelatihan

Rabu, 02 September 2026 | 9/02/2026 10:16:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-02T03:16:05Z
Warga asli suku Amungme yang lahir dan besar di Timika meminta dukungan fasilitas transportasi kepada koordinator pelatihan untuk menunjang mobilitas peserta, sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi di tengah sulitnya akses pekerjaan di Timika.


Timika, Liputan12.com — Warga asli Amungme yang lahir dan besar di Timika menyampaikan harapan kepada pemerintah maupun pihak terkait agar memberikan dukungan terhadap kegiatan pelatihan yang diikuti masyarakat lokal, (2 September 2026).


Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk keinginan masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam mencari pekerjaan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi di tengah kondisi kehidupan masyarakat di Timika yang dinilai semakin menghadapi berbagai tantangan.


Salah seorang warga asli Amungme mengatakan, masyarakat pada dasarnya memiliki keinginan kuat untuk bekerja dan berusaha. Namun, kondisi yang dihadapi saat ini membuat masyarakat membutuhkan dukungan, khususnya dalam memperoleh keterampilan dan akses terhadap kesempatan kerja.


«“Kami orang asli Amungme yang lahir dan besar di Timika. Kemauan kami sebenarnya adalah harus bekerja. Tetapi kondisi situasi Timika sekarang memang cukup kacau,” ujarnya.»


Menurutnya, program pelatihan menjadi salah satu langkah penting bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Karena itu, dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan dinilai sangat dibutuhkan agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara maksimal.


Ia berharap pihak yang menjadi koordinator maupun penanggung jawab pelatihan dapat memberikan bantuan berupa sarana transportasi untuk menunjang kegiatan peserta selama mengikuti proses pelatihan.


«“Kami mohon bantuan untuk kami yang mengikuti pelatihan. Kepada koordinator pelatihan, kalau bisa kami dibantu satu mobil untuk mendukung kegiatan pelatihan,” katanya.»


Bantuan kendaraan tersebut, lanjutnya, diperlukan untuk menunjang mobilitas peserta dan mendukung berbagai kebutuhan selama kegiatan pelatihan berlangsung. Dengan adanya fasilitas transportasi, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lebih mudah dan lancar.


Warga menilai pelatihan bukan hanya sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat lokal agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan.


Terlebih, masyarakat asli Amungme yang lahir dan besar di Timika berharap dapat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri melalui berbagai program pemberdayaan dan pelatihan yang tersedia.


Keinginan untuk bekerja dan memiliki keterampilan tersebut juga diharapkan dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup keluarga serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan.


Di sisi lain, warga juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah memberikan perhatian dan melakukan kunjungan kepada masyarakat. Aspirasi mengenai kebutuhan pelatihan dan fasilitas pendukung diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait.


«“Mohon maaf kepada yang menangani pelatihan. Sekian dan terima kasih atas kunjungan kepada kami semua,” tuturnya.»


Warga berharap permintaan tersebut tidak berhenti sebagai aspirasi, tetapi dapat memperoleh tindak lanjut dari pihak terkait. Mereka berharap dukungan sarana dan fasilitas dapat diberikan sehingga kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat asli Amungme di Timika.


Masyarakat juga berharap program pelatihan ke depan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan materi yang sesuai kebutuhan dunia kerja serta membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.



Redaksi Liputan12

×
Berita Terbaru Update