- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Santri Meninggal, Korban Dugaan Keracunan Mendapat Penanganan Maksimal

Rabu, 02 September 2026 | 9/02/2026 09:30:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-02T02:31:07Z
Bupati Sidoarjo H. Subandi memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam insiden dugaan keracunan massal ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Tanggulangin, setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa malam (1/9/2026)


Sidoarjo, Liputan12.com — Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, MKn bergerak cepat memastikan kondisi para santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan.


Bupati Subandi melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi para santri pada Selasa malam (1/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Eri Sudewo.


Rombongan terlebih dahulu mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam untuk melihat secara langsung kondisi para santri. Setelah itu, Bupati bersama jajaran melanjutkan peninjauan ke sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani para korban, di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh santri yang mengalami keluhan kesehatan memperoleh pelayanan medis dengan cepat, tepat, dan maksimal.


Dalam kesempatan itu, Bupati Subandi menegaskan bahwa berdasarkan pengecekan langsung di sejumlah rumah sakit, tidak ada santri yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.


“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.


Menurutnya, kondisi para santri yang menjalani perawatan secara umum terus menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah pasien bahkan diperkirakan sudah dapat diperbolehkan pulang apabila kondisi kesehatannya telah dinyatakan membaik oleh tim medis.


Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, Bupati Subandi meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berkoordinasi dengan rumah sakit yang menangani para santri. Koordinasi tersebut dinilai penting agar seluruh pasien memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal sampai benar-benar pulih.


“Kami berkoordinasi dengan semua rumah sakit untuk melakukan penanganan dan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin,” ujarnya.


Berdasarkan data sementara yang disampaikan pihak RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, jumlah santri yang mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit mencapai sekitar 200 orang.


“Yang di rumah sakit ini kurang lebih 200-an. Cuma sudah membaik semuanya. Sebagian nanti bisa pulang karena kondisinya sudah baik,” jelas Bupati.


Sementara itu, lebih dari 58 santri juga menjalani perawatan di RS Delta Siti Hajar. Para santri tersebut dilaporkan dalam kondisi baik dan masih mendapatkan pemantauan serta penanganan dari tenaga medis.


Minta Wali Santri Tetap Tenang


Di tengah situasi tersebut, Bupati Sidoarjo juga mengimbau para wali santri agar tidak panik dan tetap tenang. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para santri hingga seluruhnya dinyatakan pulih.


“Saya mengimbau para wali santri semuanya, tidak usah ada kekhawatiran. Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” kata Subandi.


Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga akan melakukan langkah lanjutan untuk mengetahui secara pasti penyebab para santri mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan.


Untuk itu, Pemkab Sidoarjo berencana memanggil Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Sidoarjo guna melakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.


“Besok kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.


Kelayakan Makanan dan Perizinan Akan Diperiksa


Pemeriksaan nantinya tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan para santri, tetapi juga akan mencakup proses penyediaan makanan yang dikonsumsi. Pemerintah daerah akan melihat seluruh tahapan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga makanan tersebut disajikan kepada para penerima.


Selain aspek higienitas dan kelayakan makanan, Pemkab Sidoarjo juga akan memeriksa aspek perizinan penyedia makanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan telah memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku.


“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” ujar Subandi.


Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan proses penanganan para santri menjadi prioritas. Koordinasi dengan rumah sakit, tenaga medis, pihak pesantren, serta instansi terkait akan terus dilakukan guna memantau perkembangan kondisi kesehatan seluruh santri.


Pemkab juga akan menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran dari instansi berwenang untuk memastikan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para santri.


Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap situasi dapat segera terkendali dan seluruh santri yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih serta kembali beraktivitas seperti sediakala.


(Mas/Yu)


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo

Eri Sudewo


Eka Aristiya – Juni Artomo

×
Berita Terbaru Update