GUNAKAN KENDARAAN ABAL-ABAL, CALE' MELENGGANG BEBAS TAMPUNG SOLAR SUBSIDI DARI SPBU.




Manado- Liputan12,
 Pemandangan yang sudah tidak lazim lagi terlihat di beberapa SPBU di kota Manado, bahkan hampir di semua SPBU yang tersebar di kabupaten dan kota Sulawesi Utara. Antrian panjang yang menyebabkan terjadi kemacetan di beberapa titik jalan oleh kendaraan BBM Solar, yang hanya didominasi oleh kendaraan itu-itu saja. 
Lebih unik lagi kendaraan-kendaraan tersebut disinyalir tidak jelas, karena kendaraan yang digunakan banyak tidak menggunakan plat Nopol. 
Bahkan banyak di antaranya sudah tidak layak digunakan untuk perjalanan jauh, sehingga patut dipertanyakan ketika masuk di SPBU tangki diisi penuh. 
Dari hasil penelusuran wartawan media ini, ternyata kendaraan yang mengantri BBM solar sebagian besar milik dari para penampung solar ilegal. 
BBM solar bersubsidi dibeli di SPBU dengan harga lebih sedikit di atas dari harga subsidi, kemudian dibawa ke gudang penampungan. Selanjutnya oleh para penampung solar ilegal terindikasi menggunakan mobil tangki industri berwarna biru untuk dijual kembali dengan harga industri. Dari hasil praktek tersebut penampung solar ilegal yang notabene adalah juga tukang tadah, bisa meraup keuntungan yang lumayan banyak.

ChB sebut saja Cale', salah satu pelaku yang menampung BBM Solar bersubsidi. Memiliki gudang di daerah Maumbi Ring-Road I, dekat dengan jalan Tol. 
Di lahan kosong yang tersembunyi, dijadikan tempat penampungan BBM jenis solar ilegal. Terlihat kendaraan bolak balik masuk keluar di gudang miliknya dengan membawa solar subsidi di tangki mobil dari beberapa SPBU di kota Manado.

Terindikasi praktek pelanggaran itu bervariasi mulai dari kendaraan tangki yang tidak sesuai standar, bahkan ada dengan sengaja mengganti nomor polisi kendaraan untuk mengantri BBM jenis solar subsidi.
Kendaraan yang digunakan sudah dimodifikasi dan sebagian besar tidak ada plat nomor. Kalaupun dipasang sudah dipalsukan, karena satu plat nomor dipakai secara berganti-ganti untuk mendapatkan barcode kuota BBM solar subsidi dari Pertamina.
Jadi diduga kuat kendaraan yang tidak jelas tersebut di atas hanya digunakan sebagai fasilitas dalam kategori penggelapan BBM solar.
Padahal Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau yang lebih dikenal dengan plat nomor kendaraan menjadi salah satu dokumen penting yang terdapat dalam sebuah kendaraan bermotor, selain Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).  
Ketika bertentangan dengan aturan maka ketentuan pidananya telah dijelaskan dalam pasal 64 ayat 2 a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Berdasarkan Pasal 263 junto 266 KUHP menyebutkan pemalsuan plat nomor kendaraan bermotor dapat dikenai ancaman pidana penjara selama 6 hingga 7 tahun. 

"Kami sebagai pemilik kendaraan tetap mentaati aturan yang berlaku,mengurus dan memperpanjang surat kendaraan yang diwajibkan. Tapi kami heran dengan kendaraan-kendaraan yang mengantri BBM solar di SPBU-SPBU, dengan bebas berjalan sekalipun tidak memiliki plat nomor dan ada juga mobil-mobil tua yang sepertinya sudah tidak layak digunakan ", ujar salah seorang warga mempertanyakan.

Menanggapi hal ini Kasubdit Regident Polda Sulawesi Utara Kompol Andi Sukristiyanto ketika dihubungi mengatakan pihaknya akan menindak lanjuti laporan terkait kendaraan yang dioperasikan tidak sesuai ketentuan.

Demikian pula dengan Dinas Perhubungan Propinsi Sulawesi Utara . Kadis Perhubungan propinsi melalui sekretaris Dinas Stenly Patimbano SH, senada menerangkan bahwa pada prinsipnya kendaraan yang dioperasikan di jalan harus laik di jalan. Sembari mengarahkan wartawan media ini ke Balai Pengelola Transportasi Darat sebagai penyelenggara pengujian kendaraan bermotor, untuk menjelaskan lebih 
berdasarkan Pasal 285 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam aturan menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama