Dandim 0805/Ngawi Bersama Forkopimda Rakor Tentang Penanganan Hama Tikus di Wilayah Kab.Ngawi

Ngawi, Liputan12.com - Dalam Menjaga ketahanan Pangan dan Upaya Meningkatkan Hasil Panen Padi di wilayah Kabupaten Ngawi, Dandim 0805/Ngawi Bersama Forkopimda Rapat koordinasi tentang penanganan dan pengendalian hama tikus terpadu (PHTT) dan berkesinambungan bertempat di Pusat Komando Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Jl. Teuku Umar, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Selasa Siang 04 Juni, Rabu (05/06/2024).

Kegiatan Rakor ini dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono. ST.M.H., sekaligus membuka Rakor melalui zoom meeting yang diikuti juga oleh 19 Kecamatan Se Kabupaten Ngawi. Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan, perlunya menjaga ketahanan pangan serta peningkatan hasil produksi pertanian yang lebih meningkat, adapun untuk mencapai hal tersebut perlu penanganan pengendalian hama tikus di wilayah Kabupaten Ngawi. Dalam mengahadapi hama tikus tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa perlu komitmen bersama seluruh stakeholder dan tidak ada lagi yang menggunakan jebakan tikus yang beraliran listrik ataupun pompa diesel. Pemkab Kabupaten Ngawi bersama TNI, Polri dan Dinas pertanian akan melakukan beberapa langkah strategi dalam penanggulangan hama tikus bagi petani, jadi akan melakukan gropyokan tikus serentak di seluruh Kabupaten Ngawi, selain itu juga akan di coba memasang jebakan tikus dengan menggunakan bahan pestisida."terang bupati.

Lanjutnya, bupati juga meminta agar pemerintah desa untuk menganggarkan dalam mendukung penanganan dan pengendalian hama tikus di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
 
Sementara itu, Dandim 0805/Ngawi Letkol Arm Didik Kurniawan,S.I.P., dalam Rakor tersebut menjelaskan bahwa dalam penanganan pengendalian hama tikus lebih difokuskan pada yang terdampak dengan cara melibatkan seluruh stakeholder baik ditingkat desa, kecamatan, serta peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas diwilayah melalui cara ramah lingkungan."jelasnya.

Lanjutnya, untuk Mendukung kegiatan tersebut nantinya anggaran dana desa yang sudah dianggarkan dapat digunakan untuk pelaksanaan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB), juga termasuk untuk mengatasi pengendalian hama tikus diwilayah masing-masing.

Sedangkan dalam penanganan hama tikus solusi jangka pendek dengan cara gropyokan tikus bersama sama dengan masyarakat, dan untuk jangka menengah dengan membuat rumah burung hantu di persawahan serta melepas tikus mandul untuk menjaga ekosistem yang seimbang, untuk jangka panjang yaitu seluruhnya berkomitmen untuk melaksanakan pertanian yang ramah lingkungan berkelanjutan dengan mengoptimalkan fungsi organik dan sumber hayati."Tutupnya.

(PenDim/Arifin)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama